REPORTASENTT.COM- LAMPUNG UTARA- Video seorang guru yang memperlihatkan benda diduga peluru senapan angin di dalam potongan daging ayam menu Makan Bergizi Gratis (MBG) beredar luas di media sosial.
Peristiwa tersebut disebut terjadi di lingkungan SD Negeri 3 Sindangsari, Kecamatan Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara.
Dalam video yang beredar, seorang guru memperlihatkan benda berbentuk menyerupai peluru dari potongan daging yang disebut ditemukan seorang siswa kelas 5.
Baca Juga: IKTL Perkuat Perlindungan Kekayaan Intelektual melalui Kerja Sama dengan Kanwil Kemenkum NTT
Guru yang diketahui sebagai Kepala SD Negeri 4 Sindangsari, Ida Yulia Mega, menyebut benda tersebut ditemukan oleh siswanya bernama Ardi.
“Ini murid saya kelas 5, Ardi, menemukan satu buah peluru senapan angin di dalam daging,” kata Ida dalam video yang diunggah akun TikTok @indrasegalogalo, Kamis (27/8/2026).
Ida kemudian menyampaikan telah meminta keterangan kepada Babinsa yang berada di lingkungan sekolah mengenai benda tersebut. Menurut dia, hasil pengecekan awal mengarah pada dugaan benda itu merupakan peluru senapan angin.
Baca Juga: OPINI| Dana Jurnalisme untuk Siapa? Jangan Lupakan Puluhan Ribu Media Belum Terverifikasi Dewan Pers
“Kebenaran peluru ini sudah saya tanya pada Pak Tentara, Pak Babinsa di sekolah kami. Benar, ini adalah peluru senapan angin,” katanya.
Ia juga meminta pihak pengelola dapur MBG memberikan penjelasan terkait temuan tersebut.
“Ini peluru di dalam daging dari dapur MBG Sindangsari. Saya minta pertanggungjawaban kamu,” kata Ida.
Dapur MBG Disetop Sementara
Kepala Bagian Tata Usaha Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Lampung, Fitra Alfarisi, membenarkan adanya laporan mengenai benda diduga peluru yang ditemukan dalam menu MBG.
Menurut Fitra, kejadian tersebut sebenarnya berlangsung pada sekitar 14-16 Agustus 2026. Informasi mengenai temuan itu kembali menjadi perhatian setelah videonya menyebar di media sosial.
“Sudah monitor, itu dapurnya sudah di-suspend dan tim kami masih mencari tahu peluru senapan angin itu asalnya dari mana,” kata Fitra kepada awak media.
Baca Juga: Dari Balik Pintu hingga CCTV: Dua Pegawai Pemprov Sumbar Disorot Gegara Video Viral
Pemeriksaan masih berlangsung untuk mengetahui sumber benda tersebut sekaligus memastikan rangkaian kejadian yang dilaporkan.
KPPG Lampung belum menyampaikan kesimpulan akhir mengenai asal benda yang ditemukan di dalam makanan.
SPPG Pernah Disorot karena Makanan Rusak
SPPG Sindangsari sebelumnya juga pernah menjadi sorotan setelah Ida Yulia Mega mengunggah video mengenai kondisi menu MBG yang disebut tidak layak dikonsumsi.
Dalam video yang beredar pada Januari 2026, Ida memperlihatkan satu paket makanan berisi telur mata sapi, sayur, tempe, dan buah anggur. Ia menyebut tempe dan anggur dalam paket tersebut sudah mengalami kerusakan.
“Kalau murid kami keracunan, apa kamu mau tanggung jawab? Tolong temui saya sama yang punya MBG. Ya! Ini penghinaan buat kami,” kata Ida dalam video tersebut.
Baca Juga: Mendiktisaintek Tinjau Penanganan Gempa Manggarai, 5.000 Mahasiswa NTT Dibebaskan dari UKT
Ia juga menyebut persoalan makanan rusak pernah terjadi sebelumnya di sekolahnya.
“Udah kebiasaan! Kadang jeruk busuk, kadang salak busuk,” katanya.
Ida bersama sejumlah siswa dalam video itu turut memperlihatkan kondisi makanan dan menyebut tempe terasa pahit, sedangkan sayur disebut sudah berlendir.
Artikel Terkait
Rumah Ditinggal Mengungsi Dibobol, Remaja 17 Tahun di Manggarai Barat Diciduk Polisi
Berawal dari Pacaran, Dua Warga Kupang Berselisih soal Motor yang Dibeli Bersama
OPINI| Dana Jurnalisme untuk Siapa? Jangan Lupakan Puluhan Ribu Media Belum Terverifikasi Dewan Pers
IKTL dan Unwira Perkuat Kolaborasi, Sepakati Kerja Sama Tridharma Perguruan Tinggi
IKTL Perkuat Perlindungan Kekayaan Intelektual melalui Kerja Sama dengan Kanwil Kemenkum NTT