REPORTASENTT.COM, KUPANG,— Gelombang solidaritas untuk warga terdampak gempa bumi di Pulau Flores terus bergerak. Keluarga Besar Lamaholot (KABELA) Kupang menghimpun dan menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat yang terdampak bencana.
Bantuan berupa pakaian layak pakai, perlengkapan rumah tangga, serta sejumlah kebutuhan lainnya dikumpulkan melalui Posko Bencana KABELA Kupang.
Bantuan berupa pakaian layak pakai, perlengkapan rumah tangga, serta sejumlah kebutuhan lainnya dikumpulkan melalui Posko Bencana KABELA Kupang.
Penyaluran dilakukan dengan berkoordinasi bersama pihak TNI Angkatan Udara agar bantuan dapat diteruskan ke wilayah yang membutuhkan.
Tim KABELA kemudian turun langsung untuk menjemput dan menyiapkan bantuan dari posko. Bantuan tersebut diterima Ketua KABELA Kupang, Ar. Don Ara Kian, bersama tim sebelum proses distribusi dilakukan.
Aksi tersebut menjadi bagian dari kepedulian keluarga besar Lamaholot terhadap warga Flores yang sedang menghadapi dampak bencana.
Solidaritas dibangun atas kedekatan sosial dan ikatan kekerabatan antarmasyarakat Lamaholot.
“Ini adalah bentuk solidaritas atas duka yang dialami. Duka Flores adalah duka kita semua,” demikian pesan KABELA dalam aksi kemanusiaan tersebut.
Gempa yang mengguncang Flores terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026 pukul 04.58 WIB dengan magnitudo 7,7.
BMKG mencatat pusat gempa berada di laut pada koordinat 8,41 derajat Lintang Selatan dan 121,39 derajat Bujur Timur, sekitar 30 kilometer timur laut Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur.
Gempa tersebut memiliki kedalaman 15 kilometer sehingga tergolong sebagai gempa dangkal. Sumbernya berkaitan dengan aktivitas Flores Back-Arc Thrust atau Sesar Naik Flores dengan mekanisme sesar naik.
Guncangan kuat turut dirasakan di sejumlah wilayah Flores. Intensitas VI MMI tercatat di Wolowae, Nagekeo, dan Bajawa, sedangkan intensitas V MMI dirasakan di Ende, Borong, dan Ruteng.
Dampak gempa juga meliputi kerusakan sejumlah bangunan, termasuk rumah warga di Maumere, Manggarai Barat, dan Labuan Bajo. Fasilitas publik seperti Pelabuhan Maumere dan Hotel Jayakarta Labuan Bajo turut dilaporkan terdampak.
Baca Juga: Fendi Payong: Booth Kontainer Jadi Momentum Afro Farm II Kembangkan Usaha Pemuda Flores Timur
Gempa utama juga memicu tsunami yang terpantau di sejumlah wilayah pesisir. BMKG mencatat gelombang tertinggi mencapai 0,94 meter di Maurole, Kabupaten Ende. Tsunami turut terpantau di Sikka, Pelabuhan Kewapante, Flores Timur, Labuan Bajo, Dompu, Alor, Baubau, Bulukumba, dan Kolaka.
Selain kerusakan bangunan dan tsunami, longsor terjadi di sejumlah ruas jalur strategis Flores, termasuk jalur yang menghubungkan kawasan Ende, Nagekeo, Bajawa hingga Maumere. Kondisi tersebut menambah tantangan bagi masyarakat dan petugas dalam penanganan pascabencana.
Data BNPB hingga Rabu, 19 Agustus 2026 pukul 16.00 WIB mencatat 71 orang meninggal dunia akibat bencana gempa Flores. Satu korban tambahan tercatat di Kabupaten Nagekeo.
Pada periode yang sama, sebanyak 59.647 warga masih berada di lokasi pengungsian. Kabupaten Manggarai menjadi wilayah dengan jumlah pengungsi terbesar, mencapai 20.333 jiwa.
Sebagian warga masih bertahan di pengungsian karena rumah mengalami kerusakan serta kekhawatiran terhadap gempa susulan.
Aktivitas kegempaan juga belum sepenuhnya mereda. Hingga Rabu, 19 Agustus 2026 pukul 05.00 WIB, BMKG mencatat 2.768 gempa susulan dengan magnitudo berkisar M1,1 hingga M6,2. Dari jumlah tersebut, 24 gempa susulan memiliki magnitudo lebih dari M5 dan 81 gempa dirasakan oleh masyarakat.
Aktivitas kegempaan juga belum sepenuhnya mereda. Hingga Rabu, 19 Agustus 2026 pukul 05.00 WIB, BMKG mencatat 2.768 gempa susulan dengan magnitudo berkisar M1,1 hingga M6,2. Dari jumlah tersebut, 24 gempa susulan memiliki magnitudo lebih dari M5 dan 81 gempa dirasakan oleh masyarakat.
Baca Juga: Pemkab Manggarai Timur Percepat Bantuan Pascagempa, 60 Ton Beras Disalurkan ke 12 Kecamatan
Di tengah kondisi tersebut, KABELA Kupang mengirimkan bantuan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat Flores yang masih menghadapi dampak gempa, dengan distribusi dilakukan melalui koordinasi bersama TNI Angkatan Udara.
Artikel Terkait
PRI NTT Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa di Manggarai Timur
Gempa Flores Hari Kelima, SAR Evakuasi Lansia Diduga Alami Fraktur Tengkorak
BMKG Catat 3.002 Gempa Susulan Pascagempa M7,7 Flores, Aktivitas Diprediksi Meluruh hingga Akhir September
Pascagempa M7,7, BNPB Siapkan Bantuan Rp15 Juta- Rp30 Juta untuk Rumah Warga Ende
Percepat Pemulihan Pascagempa Flores, BRI Dirikan Tiga Posko Logistik dan Dapur Umum