Helikopter Evakuasi Dua Warga Palue ke Maumere, Lansia Patah Tulang dan Ibu Hamil Siap Bersalin

Photo Author
Yuga Yuliana, Reportase NTT
- Sabtu, 22 Agustus 2026 | 08:09 WIB
Petugas mengevakuasi dua warga terdampak gempa Palue menggunakan helikopter menuju Maumere untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.
Petugas mengevakuasi dua warga terdampak gempa Palue menggunakan helikopter menuju Maumere untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.

 

REPORTASENTT.COM, MAUMERE — Dua warga terdampak gempa bumi di Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, dievakuasi menggunakan helikopter menuju Maumere untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut, Kamis (20/8/2026).

Kedua warga tersebut yakni Maria Noni (71), warga Cawalo, Desa Rokirole, yang mengalami patah tulang paha kiri bagian bawah setelah tertimpa reruntuhan rumah, serta Maria Angela Ngei (30), warga Desa Rokirole yang berada dalam kondisi hamil dan siap bersalin.

Evakuasi dilakukan melalui jalur udara setelah kondisi geografis Palue dan situasi pascabencana menyulitkan akses menuju fasilitas kesehatan di daratan. Dua armada dikerahkan dalam operasi tersebut, yakni Helikopter BNPB Airbus H125 9292 dan Helikopter PK-CAY BEII429.

 

 

Baca Juga: Kasus Dugaan Penipuan dan Penggelapan Motor di Kupang Berakhir Damai, Pelaku Wajib Bayar Rp4,2 Juta



Proses evakuasi berlangsung dari Lapangan Futsal Karang Mas, Dusun Mudemi, Desa Reruwairere, Kecamatan Maumere. Tahapan pemindahan korban dimulai sekitar pukul 10.28 WITA dengan pengawalan personel yang terlibat dalam penanganan tanggap darurat gempa Palue.

Maria Noni membutuhkan penanganan medis akibat cedera yang dialaminya setelah bangunan rumah mengalami kerusakan dan runtuh.

Patah tulang pada bagian paha membuat kondisi lansia tersebut memerlukan pemeriksaan serta penanganan lanjutan di fasilitas kesehatan.

 

Baca Juga: Percepat Pemulihan Pascagempa Flores, BRI Dirikan Tiga Posko Logistik dan Dapur Umum



Sementara itu, Maria Angela dievakuasi dalam kondisi kehamilan yang sudah mendekati persalinan. Pemindahan ke Maumere dilakukan untuk memastikan kondisi ibu dan calon bayi dapat dipantau oleh tenaga kesehatan dengan fasilitas yang lebih memadai.

Jajaran Polres Sikka turut mengawal rangkaian evakuasi. Personel ditempatkan untuk membantu pengamanan lokasi, pergerakan korban, hingga proses pemindahan menuju armada udara.

Sejumlah pejabat Polres Sikka yang terlibat di antaranya Waka Polres Sikka Kompol Marselus Yugo Amboro, S.I.K., Kasikum AKP I Wayan Artawan, S.H., Kapolsek Nelle IPTU I Nyoman Sang Pawarta, dan KBO Sat Samapta IPDA Paulus Wayan Keso bersama personel yang ditugaskan dalam penanganan tanggap darurat.

 

Baca Juga: Keluarga Besar Lamaholot Kupang Bergerak untuk Korban Gempa Flores, Bantuan Dikirim ke Wilayah Terdampak



Selama proses pemindahan, kondisi kedua korban dipantau untuk memastikan evakuasi berlangsung aman.

Penanganan juga disesuaikan dengan kondisi masing-masing korban, terutama cedera tulang yang dialami Maria Noni dan kondisi kehamilan Maria Angela.

Keterbatasan akses menuju pelayanan kesehatan menjadi salah satu kendala utama dalam situasi pascagempa di wilayah kepulauan. Kondisi tersebut membuat penggunaan transportasi udara menjadi pilihan untuk memangkas waktu perjalanan korban menuju Maumere.

Halaman:

Editor: Yuga Yuliana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X