REPORTASENTT.COM, LARANTUKA- Institut Keguruan dan Teknologi Larantuka (IKTL) memulai tahun akademik 2026 dengan memperkenalkan lingkungan akademik, budaya kampus, serta berbagai layanan pendidikan kepada mahasiswa baru melalui Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB), Kamis (20/8/2026).
Pembukaan PKKMB berlangsung di Kampus 1 IKTL dan dihadiri jajaran pimpinan perguruan tinggi, mulai dari wakil rektor, dekan, ketua program studi, unsur biro hingga tenaga kependidikan.
Rektor IKTL Dr. Imelda Oliva Wissang, M.Pd., membuka langsung kegiatan tersebut sebagai tahap awal proses adaptasi mahasiswa terhadap kehidupan perguruan tinggi.
Baca Juga: Bantuan Gempa NTT Tembus 646 Ton, TNI AU dan BNPB Percepat Pengiriman ke Flores
Di hadapan mahasiswa baru, Imelda mengarahkan cara pandang mahasiswa terhadap pendidikan tinggi agar tidak berhenti pada capaian akademik dan gelar.
Menurut dia, ekosistem kampus juga menjadi ruang pembentukan karakter, pengembangan kapasitas, serta kesiapan menghadapi dinamika ilmu pengetahuan dan teknologi.
“IKTL bukan sekadar tempat menuntut ilmu, melainkan sebuah rumah belajar yang tumbuh atas dasar kekeluargaan, nilai-nilai kearifan lokal, dan tekad untuk maju bersama dengan berani menghadapi tantangan dunia teknologi dan kemajuan ilmu pengetahuan,” kata Imelda.
Konsep rumah belajar tersebut ditempatkan dalam ekosistem akademik yang mendorong interaksi antara mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, dan seluruh unsur kampus. Relasi tersebut diarahkan tidak hanya mendukung proses pembelajaran, tetapi juga perkembangan personal dan karakter mahasiswa selama menjalani pendidikan.
“Di sini adik-adik akan dibimbing oleh dosen yang nantinya akan menjadi gurumu, orangtuamu, sahabat dan saudaramu, untuk tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berkarakter tangguh dan siap berkontribusi bagi masyarakat,” katanya.
Arah pendidikan tersebut selaras dengan tema PKKMB IKTL 2026, “Membangun Mahasiswa IKTL Unggul, Berkarakter, Adaptif, dan Berdampak.” Empat aspek itu menjadi fondasi pengembangan mahasiswa, mulai dari kompetensi akademik, karakter, kemampuan beradaptasi hingga kapasitas menghasilkan kontribusi bagi lingkungan sosial.
Baca Juga: Pascagempa M7,7, BNPB Siapkan Bantuan Rp15 Juta- Rp30 Juta untuk Rumah Warga Ende
Dari sisi pelaksanaan, PKKMB dirancang dengan pendekatan humanis, inklusif, edukatif, aman, dan antikekerasan. Model orientasi tersebut menempatkan mahasiswa baru sebagai bagian dari komunitas akademik dengan penghormatan terhadap kesetaraan, martabat, serta hak setiap individu.
Sejumlah materi diberikan untuk memperkuat kesiapan mahasiswa memasuki dunia perguruan tinggi.
Pembekalan mencakup wawasan kebangsaan dan bela negara, sistem pendidikan, budaya akademik IKTL, literasi finansial, layanan kemahasiswaan, organisasi, pengembangan diri, pencegahan kekerasan, karakter, serta kepemimpinan.
Artikel Terkait
BMKG Catat 3.002 Gempa Susulan Pascagempa M7,7 Flores, Aktivitas Diprediksi Meluruh hingga Akhir September
Pascagempa M7,7, BNPB Siapkan Bantuan Rp15 Juta- Rp30 Juta untuk Rumah Warga Ende
Percepat Pemulihan Pascagempa Flores, BRI Dirikan Tiga Posko Logistik dan Dapur Umum
Keluarga Besar Lamaholot Kupang Bergerak untuk Korban Gempa Flores, Bantuan Dikirim ke Wilayah Terdampak
Bantuan Gempa NTT Tembus 646 Ton, TNI AU dan BNPB Percepat Pengiriman ke Flores