REPORTASENTT.COM, RUTENG — Gempa susulan kembali mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur, Kamis (20/8/2026) pagi.
Guncangan terjadi pukul 06.45.20 WITA dan menambah rangkaian aktivitas seismik setelah gempa utama bermagnitudo 7,7 yang terjadi pada 15 Agustus 2026.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa susulan tersebut berkekuatan magnitudo 5,8 dengan kedalaman 10 kilometer. Pusat gempa berada di darat, sekitar 34 kilometer timur laut Ruteng, Kabupaten Manggarai.
Baca Juga: Buka PKKMB 2026, Rektor IKTL: Kampus Bukan Sekadar Tempat Menuntut Ilmu, Melainkan Rumah Belajar
Gempa tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Hingga Kamis pukul 05.00 WIB, BMKG mencatat 3.394 gempa susulan sejak gempa utama, dengan kekuatan terbesar mencapai magnitudo 6,2.
Kondisi tersebut membuat Tim SAR Gabungan meningkatkan penanganan di Kabupaten Manggarai Timur, Manggarai, Ngada, dan Nagekeo. Petugas melakukan penyisiran wilayah terdampak, memantau kondisi warga, mendata kebutuhan di lapangan, serta menyiapkan evakuasi medis.
Kelompok rentan menjadi perhatian utama dalam operasi tersebut. Lansia dan ibu hamil yang mengalami trauma akibat guncangan dipindahkan ke lokasi yang lebih aman untuk mendapatkan perlindungan dan pemeriksaan kesehatan.
Baca Juga: Bantuan Gempa NTT Tembus 646 Ton, TNI AU dan BNPB Percepat Pengiriman ke Flores
Di Manggarai Timur, seorang warga lanjut usia dievakuasi dari Posko Mandiri di Ronting menuju Posko Polisi.
Pemindahan dilakukan untuk memudahkan pengawasan sekaligus memastikan warga berada di lokasi yang lebih terlindungi.
Evakuasi juga dilakukan terhadap seorang ibu hamil dari wilayah Damer, Desa Satar Padut, Kecamatan Lamba Leda Utara. Warga tersebut dibawa ke Posko Kesehatan Kementerian Kesehatan untuk memperoleh pemeriksaan dan penanganan medis.
Direktur Operasi Basarnas Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo N.S. mengatakan personel SAR tetap melakukan penyisiran dan pemantauan terhadap masyarakat di wilayah terdampak.
“Operasi SAR terus kami fokuskan pada penyisiran di wilayah terdampak, pendataan dan pemantauan kondisi masyarakat bersama BPBD serta pemerintah daerah, sekaligus memastikan kesiapan evakuasi medis bagi warga yang membutuhkan,” kata Yudhi.
BPBD, pemerintah daerah, petugas kesehatan, dan unsur SAR terus berkoordinasi untuk mempercepat penanganan apabila terjadi kondisi darurat.
Artikel Terkait
Pascagempa M7,7, BNPB Siapkan Bantuan Rp15 Juta- Rp30 Juta untuk Rumah Warga Ende
Percepat Pemulihan Pascagempa Flores, BRI Dirikan Tiga Posko Logistik dan Dapur Umum
Keluarga Besar Lamaholot Kupang Bergerak untuk Korban Gempa Flores, Bantuan Dikirim ke Wilayah Terdampak
Bantuan Gempa NTT Tembus 646 Ton, TNI AU dan BNPB Percepat Pengiriman ke Flores
Buka PKKMB 2026, Rektor IKTL: Kampus Bukan Sekadar Tempat Menuntut Ilmu, Melainkan Rumah Belajar