REPORTASENTT.COM- Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di sejumlah daerah selama periode laporan bencana Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kamis hingga Jumat, 20-21 Agustus 2026.
Dalam laporan tersebut, kejadian baru yang tercatat seluruhnya berkaitan dengan karhutla. Peristiwa tersebar mulai dari Kepulauan Bangka Belitung, Jawa Timur, hingga sejumlah wilayah di Pulau Kalimantan.
Di Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, kebakaran terjadi pada Kamis (20/8). Api melanda lahan di Desa Lalang, Kecamatan Manggar, serta Desa Lenggang dan Desa Lintang, Kecamatan Renggiang. Luas area terdampak mencapai 3,8 hektare.
BPBD Kabupaten Belitung Timur mengerahkan empat personel dengan empat set mesin pompa gendong, selang pemadam, dan satu kendaraan operasional untuk penanganan di lokasi. Api berhasil dipadamkan pada hari yang sama dan tidak menimbulkan korban jiwa.
Pemantauan tetap dilakukan setelah pemadaman untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api. Kondisi tersebut menjadi bagian dari penanganan karhutla di wilayah Belitung Timur.
Karhutla juga terjadi di Jawa Timur. Di Kabupaten Bondowoso, kebakaran pada Rabu (19/8) menghanguskan kawasan hutan seluas 20 hektare di Petak 102 Aren, Desa Kalianyar, Kecamatan Ijen.
Baca Juga: Gempa Susulan Terjadi di Flores, Tim SAR Fokus Evakuasi Lansia dan Ibu Hamil
BPBD Jawa Timur bersama BPBD Kabupaten Bondowoso melakukan asesmen dan pemadaman di lokasi. Api berhasil dikendalikan pada Kamis (20/8) sekitar pukul 18.00 WIB.
Pada hari yang sama, kebakaran melanda Desa Kaulon, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar. Area yang terbakar mencapai tiga hektare dan didominasi vegetasi kering serta serasah di permukaan tanah.
BPBD Kabupaten Blitar bersama unsur terkait langsung melakukan pemadaman. Hingga Kamis (20/8) pukul 18.30 WIB, api telah berhasil dipadamkan, sementara penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.
Baca Juga: PRI NTT Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa di Manggarai Timur
Di Kabupaten Magetan, karhutla terjadi pada Rabu (19/8) sekitar pukul 14.00 WIB. Kebakaran melanda hutan rakyat di Desa Mategal, Kecamatan Parang, serta Desa Giripurno, Kecamatan Kawedanan, dengan total luas lahan terbakar mencapai delapan hektare.
BPBD Kabupaten Magetan bersama BPBD Jawa Timur dan unsur terkait melakukan pemadaman hingga api dinyatakan padam pada Kamis (20/8). Tidak terdapat perluasan area terbakar setelah penanganan dilakukan.
Jawa Timur sebelumnya telah menetapkan status siaga darurat kekeringan dan karhutla melalui Keputusan Gubernur Nomor 100.3.3.3/327/013/2026. Status tersebut berlaku selama 180 hari, mulai 16 Mei hingga 6 Oktober 2026.
Artikel Terkait
Keluarga Besar Lamaholot Kupang Bergerak untuk Korban Gempa Flores, Bantuan Dikirim ke Wilayah Terdampak
Bantuan Gempa NTT Tembus 646 Ton, TNI AU dan BNPB Percepat Pengiriman ke Flores
Buka PKKMB 2026, Rektor IKTL: Kampus Bukan Sekadar Tempat Menuntut Ilmu, Melainkan Rumah Belajar
Gempa Susulan Terjadi di Flores, Tim SAR Fokus Evakuasi Lansia dan Ibu Hamil
Keselamatan Tim Jadi Prioritas, Pembersihan Longsor Jalur Trans Flores Ende–Bajawa Tetap Waspada Gempa Susulan