“Lihat nih, emasnya nggak ilang, ini yang asli. Kalau yang palsu, begitu dikasih cairan langsung hilang warnanya,” jelas Andrew.
Baca Juga: Misteri Mobil Mewah di Tengah Puing Musala Al Khoziny, Siapa Pemiliknya?
Pengujian menggunakan XRF Analyzer memperkuat temuan tersebut. Emas asli menunjukkan unsur Aurum (Au), sedangkan yang palsu memunculkan unsur tembaga (Cu).
QR Code Tak Menjamin Keaslian
Keduanya bahkan memiliki barcode yang bisa dipindai di aplikasi UBS Gold, menandakan pemalsuan dilakukan dengan sangat detail, termasuk meniru kemasan dan sistem identifikasi digital.
“Dua-duanya ke-scan, tapi bedanya kelihatan di hasil fisik dan uji mesin. Tulisan yang palsu enggak rapi, capnya asal-asalan, dan logonya timbul enggak presisi,” tambah Andrew.
Temuan ini menjadi peringatan bagi masyarakat agar tidak hanya mengandalkan pemindaian digital, tetapi tetap memeriksa fisik sebelum membeli atau menerima emas berlogo UBS.