REPORTASENTT.COM, KUPANG,- Aliansi Organisasi Kepemudaan (OKP) Regio Timor menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Jalan El Tari, Kota Kupang, Senin (1/6/2026).
Massa aksi menyampaikan berbagai aspirasi masyarakat dan mendesak Pemerintah Provinsi NTT segera menindaklanjuti sejumlah persoalan yang menjadi perhatian publik.
Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat kepolisian dari Polresta Kupang Kota. Pengamanan dilakukan untuk memastikan kegiatan penyampaian pendapat berjalan aman, tertib, dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat di sekitar lokasi.
Baca Juga: Kain Songke Pun Tak Lolos dari Incaran Maling, Tim URC Polres Manggarai Ungkap Tiga Kasus Beruntun
Selama aksi berlangsung, personel Satuan Lalu Lintas melakukan pengaturan arus kendaraan guna mengantisipasi kepadatan lalu lintas di ruas Jalan El Tari dan sekitarnya.
Sementara itu, personel gabungan Polresta Kupang Kota dan Polsek Kota Raja melakukan pendekatan persuasif kepada peserta aksi sehingga kegiatan berjalan kondusif hingga selesai.
Kapolresta Kupang Kota Kombes Pol Djoko Lestari melalui Kabagops Polresta Kupang Kota AKP Mesakh Yohanis Hetharie mengatakan, pengamanan aksi penyampaian pendapat merupakan bagian dari pelayanan kepolisian dalam menjamin hak masyarakat menyampaikan aspirasi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Baca Juga: Sindikat Pengiriman PMI Ilegal Diburu, Polda NTT Amankan Tujuh Korban di Bandara El Tari Kupang
“Polresta Kupang Kota memberikan pelayanan pengamanan terhadap setiap kegiatan penyampaian pendapat di muka umum secara humanis, profesional, dan proporsional. Kami memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman serta hak masyarakat dalam menyampaikan aspirasi tetap terlindungi,” kata AKP Mesakh Yohanis Hetharie saat memimpin pengamanan di lokasi.
Menurut dia, kehadiran aparat kepolisian juga bertujuan menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat selama berlangsungnya aksi.
“Kami mengapresiasi peserta aksi yang menyampaikan aspirasi secara tertib. Seluruh personel juga menjalankan tugas dengan mengedepankan pendekatan persuasif sehingga kegiatan dapat berlangsung dengan aman dan lancar,” ujarnya.
Baca Juga: Kasus WO Marwah Masuk Penyidikan, 58 Calon Pengantin Terdampak dan Kerugian Tembus Rp2,65 Miliar
Aksi yang digelar Aliansi OKP Regio Timor berakhir dalam suasana kondusif.
Sinergi antara peserta aksi, aparat kepolisian, dan pihak terkait membuat seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib hingga massa membubarkan diri.
Artikel Terkait
Pasien Jantung Diduga Jadi Korban Malpraktik di RSUD AWS Samarinda, Temuan Rumah Sakit Singapura Picu Polemik
Banjir Bandang Terjang 5 Desa di Gorontalo Utara, Ratusan Rumah Rusak dan Warga Dievakuasi
Ende, Kota Pancasila: Jejak Perjalanan Bung Karno Merumuskan Dasar Negara di Tanah Pengasingan
Sindikat Pengiriman PMI Ilegal Diburu, Polda NTT Amankan Tujuh Korban di Bandara El Tari Kupang
Kain Songke Pun Tak Lolos dari Incaran Maling, Tim URC Polres Manggarai Ungkap Tiga Kasus Beruntun