REPORTASENTT.COM, GORONTALO UTARA – Banjir bandang menerjang lima desa di Kecamatan Biau, Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, setelah hujan berintensitas sedang hingga lebat mengguyur kawasan tersebut selama beberapa jam.
Bencana yang terjadi sejak Rabu (27/5/2026) itu mengakibatkan ratusan rumah warga rusak, tertimbun lumpur, serta memaksa ratusan warga dievakuasi ke lokasi yang lebih aman.
Peristiwa tersebut menjadi perhatian publik setelah sejumlah rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan derasnya arus banjir menerjang permukiman warga.
Material lumpur dan kayu terbawa arus hingga menutup akses di sejumlah titik desa terdampak.
Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Provinsi Gorontalo, banjir dipicu curah hujan tinggi yang mengguyur Kecamatan Biau pada Rabu sore. Ketinggian air saat kejadian dilaporkan berkisar antara 100 hingga 250 sentimeter di kawasan permukiman.
Pengelola Data Pusdalops PB BPBD Provinsi Gorontalo, Mohamad Nasaru, mengungkapkan kondisi di lapangan masih menunjukkan dampak signifikan akibat terjangan banjir bandang tersebut.
Baca Juga: Akui Kesalahan Pribadi, Kepala SPPG Sibolga Ungkap Dugaan Mark Up dan Tekanan dalam Program MBG
"Hasil pemantauan kami di Desa Didingga, sebagian besar rumah warga saat ini tertimbun lumpur," kata Mohamad Nasaru, Jumat (29/5/2026).
Ia menambahkan sejumlah bangunan milik warga mengalami kerusakan akibat derasnya arus yang membawa material banjir.
"Sementara beberapa rumah dan tempat usaha warga mengalami kerusakan," lanjutnya.
Baca Juga: Viral di Instagram, Pemilik BYD Sealion 7 Bagikan Pengalaman Kerusakan Kendaraan
Data sementara BPBD hingga Sabtu (30/5/2026) mencatat sebanyak lima desa terdampak, yakni Desa Bualo dengan 132 kepala keluarga, Desa Didingga 115 kepala keluarga, Desa Biau 122 kepala keluarga, Desa Omuto 85 kepala keluarga, serta Desa Luhuto 75 kepala keluarga.
Ratusan rumah warga di lima desa tersebut turut terdampak, dengan sebagian bangunan mengalami kerusakan ringan hingga berat.
Sejumlah kios dan tempat usaha warga juga dilaporkan rusak sehingga mengganggu aktivitas perekonomian masyarakat setempat.
Artikel Terkait
Kasus Hanania Travel Kian Disorot, Calon Jemaah Umrah Ungkap Dikejar Pelunasan Hanya Sepekan Setelah Bayar DP
Viral di Instagram, Pemilik BYD Sealion 7 Bagikan Pengalaman Kerusakan Kendaraan
Tersangka Tabrakan Maut 9 Korban di Pandeglang Belum Ditahan, Polisi Ungkap Alasannya
Akui Kesalahan Pribadi, Kepala SPPG Sibolga Ungkap Dugaan Mark Up dan Tekanan dalam Program MBG
Pasien Jantung Diduga Jadi Korban Malpraktik di RSUD AWS Samarinda, Temuan Rumah Sakit Singapura Picu Polemik