Akui Kesalahan Pribadi, Kepala SPPG Sibolga Ungkap Dugaan Mark Up dan Tekanan dalam Program MBG

Photo Author
Florianus Harson, Reportase NTT
- Minggu, 31 Mei 2026 | 18:07 WIB
Menyoroti viralnya pengakuan Kepala SPPG di Sumatera Utara terkait skandal main judi online hingga membawa wanita saat kerja di Dapur MBG. (Instagram.com/@abri_putra9)
Menyoroti viralnya pengakuan Kepala SPPG di Sumatera Utara terkait skandal main judi online hingga membawa wanita saat kerja di Dapur MBG. (Instagram.com/@abri_putra9)

REPORTASENTT.COM, SIBOLGA,– Pengakuan Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Aek Parombunan 2, Sibolga Selatan, Sumatera Utara, Abriadi Tri Putra Bungsu, menjadi sorotan publik setelah video klarifikasinya beredar di media sosial.

Dalam video yang diunggah melalui akun Instagram @abri_putra9 pada Sabtu (30/5/2026), Abriadi mengakui terlibat aktivitas judi online dan pernah membawa seorang perempuan yang bukan pasangan sah ke area dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Saya mengakui video tersebut benar. Untuk itu saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat dan pimpinan instansi atas kesalahan pribadi yang saya lakukan,” kata Abriadi sambil menangis dalam video klarifikasi tersebut.

 

Baca Juga: Tersangka Tabrakan Maut 9 Korban di Pandeglang Belum Ditahan, Polisi Ungkap Alasannya



Menurut Abriadi, peristiwa itu terjadi pada akhir Maret hingga awal April 2026. Persoalan tersebut telah diselesaikan secara internal setelah dirinya menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat sekitar dan menerima teguran dari pimpinan.

Namun, polemik kembali mencuat setelah Abriadi mengaku melaporkan sejumlah dugaan pelanggaran dalam operasional dapur MBG yang berada di bawah tanggung jawabnya.

Dalam keterangannya, Abriadi mengungkap sejumlah persoalan yang ditemukan selama pengelolaan dapur MBG.

 

Baca Juga: Viral di Instagram, Pemilik BYD Sealion 7 Bagikan Pengalaman Kerusakan Kendaraan

 

Ia menyoroti kualitas bahan baku yang dinilai tidak sesuai standar serta fasilitas dapur yang disebut belum memenuhi petunjuk teknis dari Badan Gizi Nasional (BGN).

Selain itu, Abriadi juga menuding adanya dugaan mark up harga bahan baku dan keterlambatan distribusi logistik yang dilakukan oleh pihak mitra yayasan pengelola dapur.

Ia mengaku mendapat tekanan setelah menyampaikan laporan terkait temuan tersebut kepada pihak berwenang.

 

Baca Juga: Kasus Hanania Travel Kian Disorot, Calon Jemaah Umrah Ungkap Dikejar Pelunasan Hanya Sepekan Setelah Bayar DP

“Mereka menyampaikan punya banyak media dan video itu terus dijadikan dasar tekanan psikologis kepada saya,” ungkapnya.

Abriadi menyebut laporan yang disampaikan ke BGN berujung pada penerbitan surat peringatan pertama (SP1) terhadap dapur MBG tersebut.

Selanjutnya, diterbitkan surat penghentian sementara operasional pada 21 Mei 2026.

 

Baca Juga: Video Permintaan Maaf Diduga Prihantini Beredar, Akui Pencatutan Nama Ayuni Kemala Safira



Tak hanya itu, ia juga mengungkap dapur MBG yang dipimpinnya sempat hampir mengalami kebakaran beberapa hari sebelumnya akibat fasilitas yang disebut belum memenuhi standar operasional.

Meski mengaku mendapat tekanan dari sejumlah pihak, Abriadi memilih tetap melaporkan dugaan pelanggaran yang ditemukan karena menilai hal tersebut berkaitan dengan penggunaan anggaran negara dan keberlangsungan program pemerintah.

“Dengan integritas penuh, saya memilih menyelamatkan duit negara yang tersalurkan pada program ini daripada kepentingan pribadi saya,” katanya.

Halaman:

Editor: Florianus Harson

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X