Kasus Hanania Travel Kian Disorot, Calon Jemaah Umrah Ungkap Dikejar Pelunasan Hanya Sepekan Setelah Bayar DP

Photo Author
Natanael Kwintalis Helan, Reportase NTT
- Minggu, 31 Mei 2026 | 17:53 WIB
Pesan chat viral admin Hanania Travel kepada calon jemaah umrah dan Farhan (kanan) bos Hanania Travel yang kini jadi tersangka. (Threads/yunirahmaaaaa - dwiutariri)
Pesan chat viral admin Hanania Travel kepada calon jemaah umrah dan Farhan (kanan) bos Hanania Travel yang kini jadi tersangka. (Threads/yunirahmaaaaa - dwiutariri)

REPORTASENTT.COM,- Kasus dugaan penipuan yang menyeret Hanania Travel terus menjadi perhatian publik. Direktur Utama PT Khazanah Tamma International sekaligus pemilik Hanania Travel, Ahmad Syah Farhan, telah ditetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian dalam perkara yang diduga merugikan ratusan calon jemaah umrah.

Berdasarkan laporan yang diterima aparat penegak hukum, sebanyak 130 calon jemaah diduga menjadi korban dengan total kerugian mencapai lebih dari Rp12 miliar. Perkembangan kasus tersebut juga memicu gelombang keluhan dari sejumlah calon jemaah yang mulai membagikan pengalaman mereka melalui media sosial.

Salah satu pengakuan datang dari pemilik akun Threads @yunirahmaaaaa yang mengunggah percakapan dengan pihak Hanania Travel. Dalam unggahannya, ia mengaku diminta melunasi biaya perjalanan umrah jauh sebelum jadwal keberangkatan keluarganya.

 

Baca Juga: Kasus WO Marwah Masuk Penyidikan, 58 Calon Pengantin Terdampak dan Kerugian Tembus Rp2,65 Miliar



“Baru sadar waktu itu keluarga kami berangkat umrah tanggal 2 Februari 2026, tapi disuruh lunasin dari September 2025. Saya merasa seperti terus ditagih untuk segera menyelesaikan pembayaran,” katanya dalam unggahan yang dikutip pada Minggu (31/5/2026).

Dalam tangkapan layar yang dibagikan, admin Hanania Travel menawarkan program diskon percepatan dengan syarat pelunasan penuh dilakukan maksimal tujuh hari setelah pembayaran uang muka atau down payment (DP).

“Ini kalau ikut program diskon harus H+7 setelah DP ya kak pelunasannya, berarti pelunasan Jumat minggu depan,” tulis admin Hanania Travel dalam pesan tertanggal 23 September 2025.

 

Baca Juga: Video Permintaan Maaf Diduga Prihantini Beredar, Akui Pencatutan Nama Ayuni Kemala Safira



Merespons permintaan tersebut, calon jemaah meminta tambahan waktu karena menilai tenggat yang diberikan terlalu singkat mengingat jadwal keberangkatan masih beberapa bulan lagi.

“Kasih waktu kak, kok begini ya? Kayak dikejar-kejar. Kemarin DP tiga orang bisa, tapi tidak langsung satu minggu harus dilunasi. Keberangkatan masih lama,” tulis calon jemaah tersebut dalam percakapan yang diunggah ke media sosial.

Unggahan lain menunjukkan pihak Hanania Travel kembali mengingatkan pembayaran pada 24 dan 25 September 2025. Admin menyebut bagian keuangan terus menanyakan jadwal pelunasan kepada calon jemaah.

 

Baca Juga: Wisatawan Brasil Jadi Korban Pencurian di Pantai Marosi- Sumba Barat, Polisi Temukan Seluruh Barang Milik Korban



“Sisa DP mau kapan kira-kira kak? Biar nanti finance tanya, aku note. Soalnya finance pasti tanya,” tulis admin dalam pesan tertanggal 25 September 2025.

Pada tangkapan layar berikutnya, pemilik akun memperlihatkan bukti transfer senilai Rp144,5 juta kepada Hanania Travel pada 1 Oktober 2025. Dalam percakapan yang sama, pihak travel menyampaikan masih terdapat kewajiban pelunasan sebesar Rp164,5 juta untuk memperoleh program diskon percepatan.

“Sudah jatuh tempo 1 Oktober 2025 untuk pelunasan diskon percepatan. Kalau tidak, diskonnya hangus. Maaf jatuh temponya hari ini, info finance kalau lewat hari ini hangus otomatis by system,” tulis pihak Hanania Travel.

 

Baca Juga: Dua Oknum Polisi Belu Diduga Keroyok Warga, Polda NTT Minta Maaf dan Proses Hukum Berjalan



Unggahan tersebut kemudian memicu beragam respons dari warganet. Banyak pengguna media sosial menilai cara komunikasi admin kepada calon jemaah terkesan memberikan tekanan untuk segera menyelesaikan pembayaran.

“Kayak debt collector caranya. Kalau saya digituin pasti langsung batal dan blokir,” tulis akun @ver*******f.

“Pesan ke customer service-nya tidak profesional, seperti menagih utang. Dari situ manajemennya sudah terlihat bermasalah,” tulis akun @ade******p.

 

Halaman:

Editor: Natanael Kwintalis Helan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X