Misteri Mobil Mewah di Tengah Puing Musala Al Khoziny, Siapa Pemiliknya?

Photo Author
Yuga Yuliana, Reportase NTT
- Minggu, 5 Oktober 2025 | 21:42 WIB
Proses pencarian korban insiden ambruknya bangunan musala tiga lantai di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur memasuki hari ke-7, pada Minggu, 5 Oktober 2025.
Proses pencarian korban insiden ambruknya bangunan musala tiga lantai di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur memasuki hari ke-7, pada Minggu, 5 Oktober 2025.
 
 

REPORTASENTT.COM, SIDOARJO-  Proses evakuasi korban ambruknya bangunan musala tiga lantai di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny memasuki hari ketujuh pada Minggu, 5 Oktober 2025.
 
 
 
Tim SAR Gabungan terus bekerja mengevakuasi puing-puing reruntuhan meski kondisi di lokasi penuh tantangan, mulai dari beton besar yang menumpuk hingga bau anyir akibat pembusukan jenazah.
 


Di tengah kesibukan itu, perhatian publik tertuju pada satu penemuan mengejutkan, sebuah mobil mewah Mercedes-Benz hitam yang terjepit puing beton dan besi di sektor A3.
 
 
 
 


Mobil Mewah Jadi Sorotan

Mobil yang sempat terjepit tersebut akhirnya berhasil diangkat menggunakan alat berat dan dibawa ke tempat pembuangan akhir.
 
 
Meski begitu, identitas pemiliknya hingga kini belum dikonfirmasi.
 
 
Warga sekitar menduga kendaraan itu milik pengasuh pondok pesantren, karena mobil tersebut kerap terlihat terparkir di dekat rumah pengasuh sebelum insiden.
 
 
 
Baca Juga: AI dan Reformasi TNI: Isyarat Prabowo untuk Modernisasi Militer Indonesia

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit, enggan memberi komentar soal penemuan mobil.
 

“Untuk evakuasi mobil kami tidak berkomentar di sana. Kami fokus di evakuasi korban,” ujarnya di lokasi kejadian.
 
 


Jumlah Korban Terus Bertambah
 

Kasubdit RPDO Basarnas, Emi Freezer, menyampaikan total korban meninggal dunia kini mencapai 37 orang.
 
 
Penambahan ini terjadi setelah tim SAR mengevakuasi 11 jenazah baru pada dini hari, sebagian besar ditemukan di lantai satu bagian utara bangunan.
 
 


“Pukul 03.24 WIB, satu korban dengan kondisi kaki kanan tidak ada berhasil diekstrikasi,” jelas Emi Freezer.
 
 
 
 
jenazah dibawa ke RS Bhayangkara Surabaya untuk identifikasi oleh tim DVI Polda Jatim. Deputi Penanganan Darurat BNPB, Mayjen TNI Budi Irawan, menambahkan, sebagian besar korban ditemukan di lantai satu.


Kendala Pembersihan dan Bau Pembusukan
 
Proses pembersihan puing telah mencapai 60 persen, namun terkendala beton besar yang menempel pada bangunan di sekitarnya.
 
 
 
 
BNPB menggandeng ahli dari Institut Teknologi Surabaya (ITS) untuk meneliti struktur bangunan agar pembersihan berlangsung aman.
 


Bau pembusukan jenazah menjadi perhatian serius. Meski tidak menularkan penyakit secara langsung, cairan pembusukan berpotensi mencemari sumber air bersih.
 
 
 
 
 
 
 
 
BNPB dan Dinas Kesehatan meningkatkan penyemprotan disinfektan dan menyalurkan alat pelindung diri bagi petugas.
 


Mimbar Musala Masih Berdiri
 

Di tengah kehancuran, mimbar musala tetap berdiri tegak. Unggahan akun Instagram @infojember memperlihatkan mimbar utuh, sementara sekelilingnya rata dengan tanah.
 
 
 
Warga setempat percaya posisi mimbar ini menyelamatkan sejumlah santri yang berada di shaf depan.
 


Hingga kini, Tim SAR Gabungan terus bekerja 24 jam, bergantian demi keselamatan dan efektivitas evakuasi.
 
 
 
 
 
Warga tetap menaruh harapan tinggi, menggali kemungkinan menemukan korban terakhir di antara tumpukan puing.


Editor: Yuga Yuliana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X