news

Silvester Hurit: Jejak Pergulatan Batin Penulis Lewotala dalam Setiap Karyanya

Sabtu, 12 Oktober 2024 | 13:07 WIB
Silvester Hurit saat sedang mengisahkan tentang sejarah kampung Lewotala. (Foto/ Elen Labina)

"Penguasaan Lewolema sebagai
wilayah berdaulat terjadi ketika Lewotala sebagai kampung induk masuk sebagai Kakang terakhir dalam kerajaan Larantuka. Persinggungan dengan kerajaan mengubah banyak hal termasuk tergesernya kepemimpinan, sejarah dan mitologi Lewotala (Lewolema)," jelasnya.

 Baca Juga: Kisah Gadis 12 Tahun di Jabar, Disekap Selama 7 Hari dan Dipaksa melakukan Hubungan Fisik

Pada tanggal 7 Oktober 1914 terjadi pemberontakan orang Lewolema terhadap kolonial Belanda yang berbuntut panjang dengan pemindahan kampung Lewotala ke Waitiu agar mudah dikontrol dan dikendalikan.

Sejumlah tokoh dibunuh, ditangkap dan ada yang diasingkan dan tidak ada kabar beritanya. Lewolema mendapat stigma buruk sebagai orang gunung yang tidak bisa diatur, pusat kekafiran dan penyembahan berhala. Bahkan setelah setelah kemerdekaan, Lewolema dituding sebagai tempat berdirinya agama-agama baru.

Oleh karena itu, rumah adatnya dibongkar dan dibakar, tato etniknya dilarang, tradisi menenun, berladang, perkampungan tradisional dan segala ekspresi kulturalnya dilarang karena dianggap tak sejalan dengan visi kemajuan.

 Baca Juga: Aksi Rames Terhenti Ditangan Polisi, Curi Motor Saat Pemilik Rumah Tertidur

Beringin-beringin dan pohon-pohon besar ditebang dan dimusnahkan karena
dianggap sebagai rumah segala makhluk jahat dan tempat penyembahan berhala.

Para tetua kampung lagi- lagi dihukum di kantor camat Tanjung Bunga di Waiklibang dengan tudingan mendirikan agama baru.
Silvester Petara Hurit lahir, tumbuh dan besar di Lewotala (Lewolema). Ia mengalami dan
merekam semua peristiwa itu. Sebagai lewo ihik tanah alat (orang asli), pusaran sejarah/kisah tersebut bertaut erat dengan diri dan para leluhurnya.

Ayahnya adalah seorang penutur
sejarah yang menguasai sastra lisan Lewolema dan ibunya adalah seorang peratap yang menyanyikan kisah hidup orang yang meninggal lewat nyanyian.

 Baca Juga: Kisah Agus Boli, Marianus Sae, dan Ahok: Pengaruh Kuat Meski di Penjara Menjelang Pilkada

Sebagai anak seorang penutur sejarah yang banyak tahu ajaran esoteris dari kepercayaan asli Lamaholot, Silvester menyimpan banyak pengetahuan (kosmologi) Lamaholot serta kisah-kisah sejarah yang tidak umum. Ia mendengar banyak cerita dari sang ayah tentang pengkhianatan dan pembunuhan terhadap leluhur-leluhurnya.


Penulis: Elen Labina

 

Halaman:

Tags

Terkini