Silvester Hurit: Jejak Pergulatan Batin Penulis Lewotala dalam Setiap Karyanya

Photo Author
Yuga Yuliana, Reportase NTT
- Sabtu, 12 Oktober 2024 | 13:07 WIB
Silvester Hurit saat sedang mengisahkan tentang sejarah kampung Lewotala.  (Foto/ Elen Labina)
Silvester Hurit saat sedang mengisahkan tentang sejarah kampung Lewotala. (Foto/ Elen Labina)

 

 

 

REPORTASENTT.COM, LARANTUKA- Silvester Petara Hurit, seorang penulis yang lahir, tumbuh, merantau, dan akhirnya kembali menetap di kampung halamannya, Lewotala, Kecamatan Lewolema, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) merekam alam pikiran, perasaan, serta pergulatan hidupnya dalam karya-karya cerpennya.

Semua pengalaman dan perjalanan hidupnya tersebut terpantul dalam tiap ceritanya, meski dengan intensitas dan ketebalan yang berbeda-beda.

Dalam karyanya, Sil Hurit begitu pria yang biasa disapa ini tidak menyajikan kisah yang objektif, melainkan menghadirkan realitas fiksi yang kaya akan konflik dan kompleksitas manusia.

 Baca Juga: Polisi Gagalkan Tawuran Remaja Berbekal Sajam, 8 Pelaku Diamankan

Sebagai penulis fiksi, Sil Hurit berani menggambarkan sisi gelap kehidupan, seperti hipokrisi, rekayasa peristiwa, kekejaman, kongkalikong kepentingan, dan pembalikan fakta.

Tema-tema yang ia angkat kerap menyinggung nafsu kuasa dan ambisi yang merusak ekosistem alam serta tatanan sosial-budaya.

Tak ketinggalan, ia juga menyoroti bagaimana nilai-nilai spiritual dan kearifan lokal Lamaholot (Lewolema), kampung halamannya, terancam oleh arus ambisi manusia.

 Baca Juga: Satlantas Pangandaran Kembali Terapkan Tilang Manual, AKP Asep Nugraha Jelaskan Alasan tidak Gunakan ETLE  

Melalui lanskap kultural Lewotala, Silvester mengingatkan pembacanya bahwa karya sastra tidak lahir dari kekosongan sosial.

Setiap cerpen yang ia tulis membawa bocoran realitas kehidupan masyarakatnya, yang dipadukan dengan sentuhan imajinasi fiksi.

Ia menggoda pembaca untuk mempertanyakan apa yang selama ini diterima sebagai kebenaran, dan menghadirkan kemungkinan-kemungkinan lain dari realitas tersebut.

Halaman:

Editor: Yuga Yuliana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X