REPORTASENTT.COM, PARIS- Mimpi Arsenal ke final Liga Champions harus kandas di tangan Paris Saint-Germain.
Bertarung habis-habisan di Parc des Princes, pasukan Mikel Arteta tampil penuh semangat, bahkan ketika waktu sudah habis.
Tapi semangat saja tak cukup. PSG menang 2-1 di leg kedua semifinal, mengunci tiket final dengan agregat 3-1.
Baca Juga: Kementerian Kebudayaan Buka Pendaftaran Dana Indonesiana 2025, Total Anggaran Rp465 Miliar
Atmosfer panas menyelimuti laga. Arsenal datang dengan keberanian dan permainan agresif. Mereka tahu harus tampil sempurna. Namun, yang terjadi justru sebaliknya.
PSG mencetak gol lebih dulu lewat tendangan keras Fabián Ruiz di babak pertama.
Atmosfer panas menyelimuti laga. Arsenal datang dengan keberanian dan permainan agresif. Mereka tahu harus tampil sempurna. Namun, yang terjadi justru sebaliknya.
PSG mencetak gol lebih dulu lewat tendangan keras Fabián Ruiz di babak pertama.
Bola hasil sapuan Thomas Partey tak sempurna, dan Ruiz mengonversinya menjadi gol spektakuler ke pojok atas gawang David Raya.
Baca Juga: Mercy Barends: Pendidikan di Daerah 3T Masih Jauh dari Layak, Pendekatan Normatif Dinilai Gagal
Arsenal terus mencoba. Mereka punya peluang dari Gabriel Martinelli dan Martin Odegaard, tapi Gianluigi Donnarumma tampil gemilang di bawah mistar.
Arsenal terus mencoba. Mereka punya peluang dari Gabriel Martinelli dan Martin Odegaard, tapi Gianluigi Donnarumma tampil gemilang di bawah mistar.
Bahkan Declan Rice nyaris mencetak gol lewat sundulan di awal laga.
Drama terjadi di babak kedua. Wasit Felix Zwayer menunjuk titik putih usai VAR mendeteksi handball dari Myles Lewis-Skelly, meski situasi itu nyaris tak terlihat jelas.
Drama terjadi di babak kedua. Wasit Felix Zwayer menunjuk titik putih usai VAR mendeteksi handball dari Myles Lewis-Skelly, meski situasi itu nyaris tak terlihat jelas.
Namun, David Raya jadi pahlawan dengan menepis penalti Vitinha!
Hanya saja, momentum itu tak bertahan lama. Beberapa menit kemudian, Thomas Partey kehilangan bola di daerah berbahaya, Achraf Hakimi menghukum Arsenal dengan gol ke tiang jauh. PSG unggul 2-0, agregat 3-0.
Bukayo Saka sempat membangkitkan harapan lewat gol balasan setelah umpan manis Leandro Trossard.
Hanya saja, momentum itu tak bertahan lama. Beberapa menit kemudian, Thomas Partey kehilangan bola di daerah berbahaya, Achraf Hakimi menghukum Arsenal dengan gol ke tiang jauh. PSG unggul 2-0, agregat 3-0.
Bukayo Saka sempat membangkitkan harapan lewat gol balasan setelah umpan manis Leandro Trossard.
Bahkan, Saka nyaris menyamakan skor malam itu saat menerima umpan Riccardo Calafiori, tapi tendangannya malah melambung, momen krusial yang menjadi penyesalan besar.
Arsenal harus pulang dengan hati hancur. Tak ada dongeng heroik malam ini. Yang tersisa hanyalah kelelahan, kekecewaan, dan rasa bangga yang pahit.
PSG melaju ke final Liga Champions kedua mereka. Mereka akan menantang Inter Milan di Munich, dengan ambisi besar mengangkat trofi Eropa untuk pertama kalinya dalam sejarah klub.
Arsenal harus pulang dengan hati hancur. Tak ada dongeng heroik malam ini. Yang tersisa hanyalah kelelahan, kekecewaan, dan rasa bangga yang pahit.
PSG melaju ke final Liga Champions kedua mereka. Mereka akan menantang Inter Milan di Munich, dengan ambisi besar mengangkat trofi Eropa untuk pertama kalinya dalam sejarah klub.
Bagi Arsenal, ini saatnya evaluasi. Cedera, skuat tipis, eksperimen posisi, semuanya jadi bahan refleksi.
Tapi mereka tetap bisa menatap masa depan dengan kepala tegak. Perjalanan ini luar biasa, meski belum sampai tujuan.
Artikel Terkait
Viral! Ibu di Kupang Nyaris Cium Wapres Gibran, Kini Minta Maaf
Asap Hitam Mengepul, Hari Pertama Konklaf Berakhir Tanpa Paus Terpilih
Tradisi Tua di Tahta Suci: Mengapa Paus Tak Pakai Nama Asli?
Mercy Barends: Pendidikan di Daerah 3T Masih Jauh dari Layak, Pendekatan Normatif Dinilai Gagal
Kementerian Kebudayaan Buka Pendaftaran Dana Indonesiana 2025, Total Anggaran Rp465 Miliar