REPORTASENTT.COM, KEDIRI- Pertandingan Liga 1 antara Persik Kediri dan Persis Solo yang berlangsung di Stadion Brawijaya, Kediri, pada Jumat, 14 Februari 2025, diwarnai insiden mengejutkan yang melibatkan penyerang Persik, Ramiro Fergonzi.
Hanya delapan detik setelah kick-off, Fergonzi menerima kartu merah langsung dari wasit Gedion Dapaherang setelah melakukan pelanggaran keras terhadap pemain Persis, Sutanto Tan.
Insiden terjadi ketika Fergonzi menyikut Sutanto Tan yang berusaha menutup pergerakannya.
Baca Juga: Terungkap! Ini yang Dilakukan SF Sebelum Insiden Tragis di Kalideres
Wasit awalnya tidak langsung mengambil keputusan, namun setelah meninjau tayangan ulang melalui Video Assistant Referee (VAR), ia akhirnya mengeluarkan kartu merah untuk Fergonzi.
Keputusan ini memaksa Persik Kediri bermain dengan sepuluh pemain sejak awal pertandingan.
Meskipun bermain dengan kekurangan jumlah pemain, Persik Kediri mampu menahan serangan dari Persis Solo, dan pertandingan berakhir imbang tanpa gol.
Baca Juga: Transformasi Perayaan Hari Valentine di Era Digital, Dari Tradisi Klasik ke Romansa Virtual
Selain insiden kartu merah, laga ini juga sempat mengalami gangguan akibat padamnya lampu stadion pada menit ke-86, yang menyebabkan pertandingan terhenti sementara.
Kartu merah yang diterima Fergonzi menjadi salah satu yang tercepat dalam sejarah Liga 1, mengingat insiden tersebut terjadi hanya delapan detik setelah pertandingan dimulai.
Kejadian ini menambah daftar insiden kontroversial dalam sejarah sepak bola Indonesia, sekaligus menjadi pelajaran bagi para pemain untuk lebih berhati-hati dalam melakukan kontak fisik di lapangan.
Baca Juga: Mengapa Gas Elpiji 3 Kg di Indonesia Berwarna Hijau? Ini Sejarah dan Asal- usulnya
Dengan hasil imbang ini, Persik Kediri dan Persis Solo masing-masing mengamankan satu poin dalam klasemen sementara Liga 1.
Artikel Terkait
Siap- siap, Calo Tiket yang Masih 'Sembunyi 'di Pelabuhan Tenau Kuapng Bakal Ditindak Tegas!
Konspirasi Besar Internasional? Barang Terlarang dari Thailand Diamankan, Ini Dugaan Jaringannya!
Misteri Peluru Nyasar, Bocah 6 Tahun Terluka Saat Tidur di Rumahnya!
Transformasi Perayaan Hari Valentine di Era Digital, Dari Tradisi Klasik ke Romansa Virtual
Terungkap! Ini yang Dilakukan SF Sebelum Insiden Tragis di Kalideres