REPORTASENTT.COM- Para penggemar Arsenal datang dengan satu harapan: melihat Bukayo Saka kembali ke lapangan. Dan ketika ia melepas pakaian olahraganya, bersiap masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-66, suasana berubah. Kaus merahnya seperti cahaya harapan bagi Arsenal yang telah kehilangan sinarnya selama tiga bulan tanpa kehadiran sang bintang muda.
Selama periode absennya, Arsenal merasakan dampak besar. Peluang mereka di Liga Primer perlahan sirna seiring dengan pemulihan Saka dari cedera hamstring.
Namun, malam itu, ada naskah baru yang siap ditulis, dan siapa lagi kalau bukan Saka yang akan menggoreskan tintanya?
Baca Juga: Uni Eropa Siapkan Langkah Mengejutkan Hadapi Tarif Trump, Negosiasi atau Perang Dagang?
Arsenal memiliki catatan kandang luar biasa melawan Fulham: 24 kemenangan, tujuh kali seri, dan belum pernah kalah.
Arsenal memiliki catatan kandang luar biasa melawan Fulham: 24 kemenangan, tujuh kali seri, dan belum pernah kalah.
Keunggulan mereka semakin nyata ketika Mikel Merino mencetak gol pada menit ke-37, mengantarkan timnya dalam perjalanan menuju kemenangan.
Masuknya Saka mengguncang Emirates Stadium.
Gabriel Martinelli, dengan kecepatannya yang luar biasa, memulai sebuah serangan mematikan.
Umpan satu-dua dengan Merino berakhir di kepala Saka, yang tanpa ragu menuntaskan peluang. Selamat datang kembali, Bukayo!
Namun, drama belum usai. Fulham berusaha bangkit dan memberikan tekanan hebat di menit-menit akhir.
Namun, drama belum usai. Fulham berusaha bangkit dan memberikan tekanan hebat di menit-menit akhir.
Rodrigo Muniz, masuk sebagai pemain pengganti, mencetak gol di masa tambahan waktu, memanfaatkan kemelut di lini pertahanan Arsenal.
Arsenal sempat goyah, tetapi mereka berhasil mengamankan kemenangan tipis.
Masalah Baru: Krisis di Lini Pertahanan
Di balik kemenangan ini, ada kekhawatiran besar bagi Mikel Arteta. Dua bek andalan, Gabriel Magalhães dan Jurriën Timber, harus meninggalkan lapangan karena cedera.
Dengan Riccardo Calafiori yang juga bermasalah dengan lututnya saat jeda internasional, serta Ben White yang masih merasakan nyeri, Arsenal kini menghadapi krisis pertahanan menjelang perempat final Liga Champions melawan Real Madrid.
Gabriel cedera pada menit ke-13 saat mencoba menghentikan serangan balik Fulham.
Gabriel cedera pada menit ke-13 saat mencoba menghentikan serangan balik Fulham.
Baca Juga: Tangis di Ambang Pagi Kota Kupang: Bayi Laki- laki Ditemukan Terbungkus Kain di Depan Rumah Warga
Seperti ironi, ketika satu hamstring pulih, yang lain justru mengalami cedera.
Sementara itu, Timber mengalami masalah lutut setelah benturan dengan Raúl Jiménez.
Meski Arteta tidak ingin mengambil risiko memainkan Saka sejak awal, kehadirannya langsung membangkitkan semangat tim.
Meski Arteta tidak ingin mengambil risiko memainkan Saka sejak awal, kehadirannya langsung membangkitkan semangat tim.
Baca Juga: Anggota Komisi I DPR RI: Aksi Teror dan Kekerasan Ancaman Serius bagi Kemerdekaan Pers di Indonesi
Dari pengumuman namanya sebelum kick-off hingga tepuk tangan meriah saat ia mulai pemanasan, jelas bahwa kehadirannya dinantikan.
Arsenal yang sempat kesulitan menembus pertahanan solid Fulham akhirnya menemukan celah, tepat ketika Saka masuk ke lapangan.