Uni Eropa Siapkan Langkah Mengejutkan Hadapi Tarif Trump, Negosiasi atau Perang Dagang?

Photo Author
Natanael Kwintalis Helan, Reportase NTT
- Rabu, 2 April 2025 | 08:54 WIB
Donald Trump, Presiden Amerika Serikat  (Foto asli Instagram @realdonaldtrump)
Donald Trump, Presiden Amerika Serikat (Foto asli Instagram @realdonaldtrump)



REPORTASENTT.COM, BUSSELS-  Ketegangan perdagangan antara Uni Eropa dan Amerika Serikat kembali memanas! Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, mengungkapkan bahwa Eropa memiliki rencana kuat untuk membalas tarif yang diberlakukan oleh Donald Trump, meskipun blok tersebut masih mengedepankan jalur negosiasi.

Trump, yang sejak awal kepemimpinannya mengguncang stabilitas hubungan transatlantik, berencana menerapkan tarif baru pada berbagai produk dari seluruh dunia mulai Rabu. Setelah lebih dulu menaikkan bea masuk baja dan aluminium pada Maret, kini giliran mobil yang terancam kena dampaknya mulai Kamis.

Von der Leyen mengatakan, sektor-sektor strategis seperti semikonduktor, farmasi, dan kayu akan menjadi target berikutnya dalam kebijakan tarif AS.

 
 
“Eropa tidak memulai konfrontasi ini, tetapi jika perlu, kami siap membalas dengan langkah tegas,” ujarnya dalam sidang parlemen Eropa, Selasa.

Sebelumnya, Uni Eropa telah menyiapkan tindakan balasan senilai €26 miliar terhadap produk-produk AS, termasuk celana jins dan motor Harley-Davidson, yang sempat ditangguhkan saat kepemimpinan Joe Biden.
 
Namun, dengan langkah Trump yang semakin agresif, UE kini mempertimbangkan tindakan lebih keras, yang bisa diterapkan pada pertengahan April.
 
Baca Juga: Junta Myanmar Dituding Halangi Bantuan Gempa, Ribuan Korban Terlantar di Tengah Serangan Udara

Yang menarik, ada perpecahan di internal Uni Eropa! Beberapa negara, seperti Prancis, khawatir bahwa kebijakan balasan ini bisa merugikan sektor mereka sendiri.
 
Perdana Menteri Prancis, François Bayrou, bahkan mengkritik gagasan tarif terhadap bourbon Kentucky karena dampaknya terhadap industri cognac Prancis.

Sementara itu, dengan nilai perdagangan UE-AS mencapai €1,6 triliun pada 2023, Uni Eropa memiliki keunggulan ekspor dalam sektor mobil, farmasi, dan teknologi.
 
 
Pejabat UE pun tak menutup kemungkinan menyerang balik layanan AS, seperti menangguhkan hak kekayaan intelektual atau menargetkan raksasa teknologi dan keuangan AS.

Von der Leyen dengan tegas menyatakan, semua instrumen ada di atas meja. Eropa memegang banyak kartu, dari perdagangan hingga teknologi.
 
"Jika negosiasi gagal, kami tidak akan ragu mengambil tindakan," katanya.

Editor: Natanael Kwintalis Helan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X