REPORTASENTT.COM- Amerika Serikat tetap mengirim tambahan pasukan ke Timur Tengah di tengah dorongan diplomasi yang melibatkan Pakistan, sementara serangan militer di kawasan terus berlanjut.
Militer Israel melancarkan gelombang serangan baru ke Teheran, ibu kota Iran, pada Rabu. Serangan ini menyasar infrastruktur pemerintah, di saat upaya perundingan mulai mengemuka.
Di saat bersamaan, Presiden Donald Trump membuka peluang mediasi dengan mendukung tawaran Pakistan sebagai tuan rumah pembicaraan antara Washington dan Teheran.
Baca Juga: Kontroversi Joget MBG, Hendrik Irawan Klarifikasi Insentif Rp6 Juta dan Investasi Rp3,5 Miliar
Perdana Menteri Shehbaz Sharif menyatakan kesiapan negaranya memfasilitasi dialog tersebut.
Menurut dua pejabat yang mengetahui pembahasan, Pakistan telah menyampaikan rancangan perdamaian 15 poin dari Amerika Serikat kepada Iran.
Namun, belum ada kepastian apakah Teheran maupun Tel Aviv menerima proposal tersebut sebagai dasar negosiasi.
Iran sendiri membantah adanya proses perundingan yang sedang berlangsung dengan Amerika Serikat. Situasi ini membuat jalur diplomasi masih berada dalam ketidakpastian.
Ketegangan di kawasan juga meluas. Arab Saudi melaporkan pencegatan sedikitnya 30 drone sejak Selasa malam, sementara Kuwait menghadapi insiden kebakaran di bandara internasional akibat serangan drone. Di Bahrain, sirene serangan udara berbunyi pada Rabu pagi.
Di Lebanon, jet tempur Israel terbang rendah di atas Beirut sejak dini hari. Wilayah Dahiya kembali menjadi sasaran setelah peringatan evakuasi diperbarui beberapa jam sebelumnya.
Artikel Terkait
Menguak Kasus Sary Doko, Alarm Keras Kejahatan Seksual Anak di NTT
Pasca Bentrokan Warga Postoh-Lewerang, Polisi dan TNI Gelar Patroli Gabungan
Drama Penahanan Eks Menag: KPK Kembali Tahan Yaqut Cholil Qoumas Usai 5 Hari di Rumah
Diduga Salah Arah Navigasi Google Maps, Puluhan Mobil Pemudik Tersesat hingga Masuk Jalan Setapak di Sleman
Kontroversi Joget MBG, Hendrik Irawan Klarifikasi Insentif Rp6 Juta dan Investasi Rp3,5 Miliar