REPORTASENTT.COM, PALESTINA- Sedikitnya 11 warga Palestina tewas akibat serangan pasukan Israel di Jalur Gaza, Rabu (21/1/2026), termasuk tiga jurnalis dan dua anak berusia 13 tahun. Kekerasan terbaru ini kembali mengguncang gencatan senjata yang telah berlangsung sekitar tiga bulan.
Pejabat kesehatan Palestina menyebutkan, tiga jurnalis tewas ketika mobil yang mereka tumpangi diserang di wilayah Netzarim, Gaza tengah.
Saat itu, para jurnalis sedang menuju lokasi kamp pengungsi baru untuk melakukan peliputan.
Baca Juga: Sabung Ayam di Pasar Oebobo Dibubarkan Polisi, Satu Ayam Diamankan
Serikat Jurnalis Palestina menyatakan para korban sedang menjalankan tugas kemanusiaan dan jurnalistik.
Dikatakannya, mereka merekam dan mendokumentasikan penderitaan warga sipil di Gaza.
Para jurnalis yang tewas diidentifikasi sebagai Mohammed Salah Qashta, Abdul Raouf Shaat, dan Anas Ghneim.
Baca Juga: Lupa Pernah Menjual Jati, Pria 42 Tahun Asal Belu Minta Maaf ke Anaknya Usai Mediasi Polisi
Shaat diketahui menjadi kontributor foto dan video Agence France-Presse, meski AFP menyebut dia tidak sedang menjalankan penugasan resmi saat serangan terjadi.
Jurnalis lokal menyebut kegiatan peliputan tersebut disponsori Komite Bantuan Mesir. Mohammed Mansour, juru bicara komite, mengatakan kendaraan yang digunakan telah diketahui oleh militer Israel.
Video yang beredar di media sosial memperlihatkan kendaraan hangus terbakar di pinggir jalan dengan asap masih mengepul.
Baca Juga: Hujan Lebat dan Angin Kencang Mengintai NTT, Ini Penjelasan BMKG
Artikel Terkait
Pulang dari Bali, Tiga Keponakan Habisi Pamannya di Rumah Gendang Manggarai Barat
Hujan Lebat dan Angin Kencang Mengintai NTT, Ini Penjelasan BMKG
Mengaku Terganggu, Seorang Warga Belu Tembak Burung Hantu hingga Dijerat KUHP Baru
Lupa Pernah Menjual Jati, Pria 42 Tahun Asal Belu Minta Maaf ke Anaknya Usai Mediasi Polisi
Sabung Ayam di Pasar Oebobo Dibubarkan Polisi, Satu Ayam Diamankan