REPORTASENTT.COM- Perdana Menteri Georgia, Irakli Kobakhidze, melancarkan retorika keras terhadap demonstran oposisi yang berusaha menerobos istana presiden di Tbilisi, akhir pekan lalu.
Ia menuduh aksi tersebut sebagai upaya menggulingkan pemerintah dan menyalahkan Uni Eropa atas dugaan campur tangan di negaranya.
“Tanggung jawab tidak akan berhenti pada para pelaku di lapangan. Akan ada konsekuensi politik,” kata Kobakhidze, dikutip kantor berita Interpress.
Baca Juga: Hati-hati! Emas UBS Palsu Bisa Terselubung Bahkan dengan QR Resmi
Insiden itu terjadi di tengah pemilihan umum daerah. Ribuan demonstran berkumpul di pusat ibu kota, mengibarkan bendera Georgia dan Uni Eropa.
Polisi antihuru-hara membubarkan massa dengan gas air mata, meriam air, dan semprotan merica. Kementerian kesehatan menyebut sedikitnya 27 orang luka-luka, termasuk aparat keamanan dan demonstran.
Sedikitnya lima orang ditahan, di antaranya dua anggota partai oposisi Gerakan Nasional Bersatu (UNM) dan penyanyi opera yang beralih menjadi aktivis, Paata Burchuladze.
Artikel Terkait
AI dan Reformasi TNI: Isyarat Prabowo untuk Modernisasi Militer Indonesia
Kutukan Mandalika Kembali Menghantui Marquez: Cedera Lama Bangkit, Finis Lagi Gagal
Misteri Mobil Mewah di Tengah Puing Musala Al Khoziny, Siapa Pemiliknya?
Tepuk Sakinah: Dari Ijab Kabul ke Viral, Kini Cinta Bisa Ditepuk- tepuk
Hati-hati! Emas UBS Palsu Bisa Terselubung Bahkan dengan QR Resmi