PM Georgia Kobakhidze Gencarkan Tindakan Keras, Oposisi Tuding Pemerintah Pro-Rusia

Photo Author
Yuga Yuliana, Reportase NTT
- Minggu, 5 Oktober 2025 | 22:53 WIB
 Polisi Georgia memukul mundur pengunjuk rasa yang mencoba menyerbu istana presiden di Tbilisi. (Foto tangkapan layar Youtube @Associated Press)
Polisi Georgia memukul mundur pengunjuk rasa yang mencoba menyerbu istana presiden di Tbilisi. (Foto tangkapan layar Youtube @Associated Press)

 



Tuduhan itu dibantah Uni Eropa. Pada Juli lalu, dinas diplomatik Eropa menyebut klaim serupa sebagai “disinformasi dan tuduhan tak berdasar.”

 

 

Baca Juga: Kolaborasi Pertamina–SPBU Swasta Gagal di Tengah Krisis BBM, VIVO dan BP-AKR Mundur dari Meja Kesepakatan



Sementara itu, oposisi menyerukan “revolusi damai” untuk menumbangkan pemerintahan GD yang mereka nilai semakin otoriter dan pro-Rusia.

 

Mantan presiden Mikheil Saakashvili, yang kini dipenjara, menyebut momen pemilu daerah ini sebagai “kesempatan terakhir” menyelamatkan demokrasi Georgia.



Sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 2022, hubungan Georgia dengan Barat semakin tegang.

 

 

Baca Juga: Irjen TNI Hersan Pimpin Ziarah Nasional Peringati HUT ke-80 TNI di TMP Kalibata

 

Meski secara resmi mendukung integrasi Eropa, GD di bawah pengaruh pendirinya, miliarder Bidzina Ivanishvili, dituding menjaga jarak dari Barat demi menghindari konflik dengan Moskow.



Konstitusi Georgia sendiri dengan tegas menuliskan tujuan aksesi ke Uni Eropa.

Halaman:

Editor: Yuga Yuliana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X