Baca Juga: Tepuk Sakinah: Dari Ijab Kabul ke Viral, Kini Cinta Bisa Ditepuk- tepuk
Georgia terus diguncang ketegangan politik sejak partai berkuasa, Georgian Dream (GD), mengklaim kemenangan dalam pemilu parlemen tahun lalu.
Oposisi pro-Eropa menyebut hasil pemilu itu sarat kecurangan. Sejak itu, proses negosiasi aksesi Georgia ke Uni Eropa praktis mandek.
Kobakhidze menyebut sekitar 7.000 orang hadir dalam unjuk rasa pada Sabtu lalu. Ia menegaskan bahwa upaya menggulingkan tatanan konstitusional telah digagalkan.
Baca Juga: Politik Kolaborasi ala Melki Laka Lena di Rakerda Demokrat NTT: Menenun Kolaborasi Menuju 2029
Lebih jauh, ia menuding diplomat Uni Eropa, termasuk Duta Besar Paweł Herczyński, sebagai pihak yang ikut campur.
“Beberapa orang dari luar negeri secara terbuka mendukung upaya menggulingkan negara. Herczyński punya tanggung jawab besar dalam hal ini,” ujarnya, seraya menuntut sang duta besar menjauhkan diri dan mengutuk keras aksi di jalan-jalan Tbilisi.
Artikel Terkait
AI dan Reformasi TNI: Isyarat Prabowo untuk Modernisasi Militer Indonesia
Kutukan Mandalika Kembali Menghantui Marquez: Cedera Lama Bangkit, Finis Lagi Gagal
Misteri Mobil Mewah di Tengah Puing Musala Al Khoziny, Siapa Pemiliknya?
Tepuk Sakinah: Dari Ijab Kabul ke Viral, Kini Cinta Bisa Ditepuk- tepuk
Hati-hati! Emas UBS Palsu Bisa Terselubung Bahkan dengan QR Resmi