PM Georgia Kobakhidze Gencarkan Tindakan Keras, Oposisi Tuding Pemerintah Pro-Rusia

Photo Author
Yuga Yuliana, Reportase NTT
- Minggu, 5 Oktober 2025 | 22:53 WIB
 Polisi Georgia memukul mundur pengunjuk rasa yang mencoba menyerbu istana presiden di Tbilisi. (Foto tangkapan layar Youtube @Associated Press)
Polisi Georgia memukul mundur pengunjuk rasa yang mencoba menyerbu istana presiden di Tbilisi. (Foto tangkapan layar Youtube @Associated Press)

 

 

Baca Juga: Tepuk Sakinah: Dari Ijab Kabul ke Viral, Kini Cinta Bisa Ditepuk- tepuk



Georgia terus diguncang ketegangan politik sejak partai berkuasa, Georgian Dream (GD), mengklaim kemenangan dalam pemilu parlemen tahun lalu.

 

Oposisi pro-Eropa menyebut hasil pemilu itu sarat kecurangan. Sejak itu, proses negosiasi aksesi Georgia ke Uni Eropa praktis mandek.



Kobakhidze menyebut sekitar 7.000 orang hadir dalam unjuk rasa pada Sabtu lalu. Ia menegaskan bahwa upaya menggulingkan tatanan konstitusional telah digagalkan.

 

 

 

Baca Juga: Politik Kolaborasi ala Melki Laka Lena di Rakerda Demokrat NTT: Menenun Kolaborasi Menuju 2029

 

 

Lebih jauh, ia menuding diplomat Uni Eropa, termasuk Duta Besar Paweł Herczyński, sebagai pihak yang ikut campur.



“Beberapa orang dari luar negeri secara terbuka mendukung upaya menggulingkan negara. Herczyński punya tanggung jawab besar dalam hal ini,” ujarnya, seraya menuntut sang duta besar menjauhkan diri dan mengutuk keras aksi di jalan-jalan Tbilisi.

Halaman:

Editor: Yuga Yuliana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X