Di Balik Rencana Damai AS: Pentagon Kirim Ribuan Pasukan, Israel Gempur Teheran

Photo Author
Natanael Kwintalis Helan, Reportase NTT
- Rabu, 25 Maret 2026 | 18:31 WIB
Presiden Pakistan Asif Ali Zardari dan Presiden Donald Trump. (Foto/OneAi)
Presiden Pakistan Asif Ali Zardari dan Presiden Donald Trump. (Foto/OneAi)



Dalam laporan Nytimes.com, di jalur strategis energi global, Iran menyampaikan kepada organisasi maritim PBB bahwa kapal “non-musuh” masih dapat melintasi Selat Hormuz. Jalur ini sebelumnya terganggu akibat pembatasan yang diberlakukan sejak awal konflik.

Perkembangan menuju potensi de-eskalasi berdampak pada pasar global. Harga minyak mentah Brent turun sekitar 6 persen menjadi 94 dollar AS per barel, sementara bursa saham Asia menguat.

Korban jiwa terus bertambah. Perwakilan Iran di PBB melaporkan lebih dari 1.300 warga sipil tewas, sementara kelompok pemantau menyebut angkanya melampaui 1.400. Di Lebanon, lebih dari 1.000 orang dilaporkan meninggal, sedangkan serangan Iran ke Israel menewaskan sedikitnya 15 orang. Dari pihak Amerika Serikat, 13 personel militer dilaporkan gugur.

 

Baca Juga: Dari PPN hingga MBG: Mengupas Kinerja Fiskal Indonesia hingga Februari 2026

Di tengah situasi tersebut, Pentagon memerintahkan pengerahan sekitar 2.000 pasukan tambahan ke Timur Tengah.

Dengan kedatangan yang dijadwalkan akhir pekan ini, total kekuatan darat Amerika Serikat di kawasan mendekati 7.000 personel, menandai langkah militer signifikan di tengah upaya diplomasi yang belum menemukan titik temu.

Halaman:

Editor: Natanael Kwintalis Helan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X