Korea Utara mencatat 15 tembakan, enam di antaranya berbuah gol.
Sementara Indonesia hanya mampu melepaskan empat tembakan, dan satu-satunya peluang emas dari Mochamad Mierza Fijatullah di babak pertama pun tak membuahkan hasil.
Baca Juga: Perseftim Bangkit! KONI Flotim Umumkan Formasi Baru, Siap Guncang Liga 4 Nasional
Dalam penguasaan bola, Garuda Muda juga tertinggal jauh, hanya mampu mengontrol 30 persen permainan, sementara Korea Utara mendominasi 70 persen sisa waktu.
Kekalahan telak ini menjadi sinyal kuat bagi tim asuhan Nova Arianto untuk segera melakukan evaluasi besar-besaran.
Lini pertahanan yang rapuh dan kurangnya kreativitas serangan jadi catatan utama setelah duel malam tadi.
Baca Juga: Bupati Flotim: Dinamika Harus Diakhiri, Perseftim Fokus Berlaga di Liga 4 Nasional
Namun, di balik luka, terselip secercah harapan.
Meski langkah di Piala Asia U-17 terhenti di perempat final, Indonesia U-17 tetap berhak melaju ke Piala Dunia U-17 2025 di Qatar, berkat status delapan besar yang otomatis mengantongi tiket ke ajang dunia tersebut.