REPORTASENTT.COM JAKARTA- Di balik angka pengangguran yang masih tinggi di Indonesia, tersimpan ironi besar, jutaan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) justru belum terserap dunia kerja.
Kondisi ini pun memicu kekhawatiran berbagai pihak, termasuk Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat.
"Berbagai langkah harus segera diambil dengan dukungan pihak-pihak terkait untuk memastikan para peserta didik di sekolah-sekolah kejuruan dapat menjawab permintaan pasar kerja," tegas Lestari dalam pernyataan tertulisnya, Jumat (4/4).
"Berbagai langkah harus segera diambil dengan dukungan pihak-pihak terkait untuk memastikan para peserta didik di sekolah-sekolah kejuruan dapat menjawab permintaan pasar kerja," tegas Lestari dalam pernyataan tertulisnya, Jumat (4/4).
Baca Juga: Resmi Tetapkan Kemendikdasmen! Ada Hari Khusus untuk Guru Tak Mengajar, Tapi Justru Ini yang Diwajibkan!
Pernyataan tersebut merespons kolaborasi strategis antara Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Ketenagakerjaan, serta Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia/BP2MI.
Pernyataan tersebut merespons kolaborasi strategis antara Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Ketenagakerjaan, serta Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia/BP2MI.
Kerja sama ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dan lulusan SMK agar lebih siap menghadapi kebutuhan industri, baik di dalam maupun luar negeri.
Data yang ada menyoroti masalah krusial, dari total 7,5 juta pengangguran di Indonesia, sekitar 3 juta di antaranya adalah lulusan SMA dan SMK.
Data yang ada menyoroti masalah krusial, dari total 7,5 juta pengangguran di Indonesia, sekitar 3 juta di antaranya adalah lulusan SMA dan SMK.
Baca Juga: Dua Anggota Polisi Dipecat Tak Hormat, Polres Sikka Bongkar Pelanggaran Memalukan di Sidang Etik
Sementara itu, dari 5,2 juta pekerja migran Indonesia, mayoritas bekerja di sektor informal dengan latar pendidikan rendah, dan lebih dari separuh adalah perempuan.
Menurut Lestari, kondisi ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut.
Menurut Lestari, kondisi ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut.
"Peningkatan kompetensi pengajar dan peserta didik sekolah kejuruan, serta link and match antara dunia pendidikan dan dunia usaha, merupakan langkah strategis yang harus mendapat dukungan semua pihak," ujarnya.
Baca Juga: Catat! Inilah Hal- hal Penting Saat Mengikuti Perayaan Semana Santa di Larantuka- Flores Timur
Legislator dari Komisi X DPR RI ini juga menekankan pentingnya realisasi kerja sama antarkementerian secara konkret dan terukur. Tanpa tindakan nyata, kolaborasi hanya akan menjadi slogan tanpa hasil.
"Di tengah persaingan global yang semakin ketat, sistem pendidikan kita harus mampu melahirkan sumber daya manusia yang kompeten dan berdaya saing," tambah Rerie, sapaan akrab Lestari.
Ia pun berharap agar sinergi lintas sektor terus diperkuat, tidak hanya di tingkat pusat, tapi juga hingga ke daerah-daerah.
Legislator dari Komisi X DPR RI ini juga menekankan pentingnya realisasi kerja sama antarkementerian secara konkret dan terukur. Tanpa tindakan nyata, kolaborasi hanya akan menjadi slogan tanpa hasil.
"Di tengah persaingan global yang semakin ketat, sistem pendidikan kita harus mampu melahirkan sumber daya manusia yang kompeten dan berdaya saing," tambah Rerie, sapaan akrab Lestari.
Ia pun berharap agar sinergi lintas sektor terus diperkuat, tidak hanya di tingkat pusat, tapi juga hingga ke daerah-daerah.
Menurutnya, hanya dengan kerja sama solid, Indonesia bisa menjawab tantangan zaman dan menurunkan angka pengangguran secara signifikan.
Artikel Terkait
Pemkab Flotim Ambil Alih Perseftim Demi Menjaga Kewibawaan Lewo Tanah
Kapolres Ende Beri Pesan Menohok Saat Jam Pimpinan: Jangan Umbar Masalah Pribadi di Medsos!
'Langit Tidak Akan Runtuh', Tiongkok Tantang Tarif Trump, Pasar Saham Melonjak
Dua Anggota Polisi Dipecat Tak Hormat, Polres Sikka Bongkar Pelanggaran Memalukan di Sidang Etik
Resmi Tetapkan Kemendikdasmen! Ada Hari Khusus untuk Guru Tak Mengajar, Tapi Justru Ini yang Diwajibkan!