'Langit Tidak Akan Runtuh', Tiongkok Tantang Tarif Trump, Pasar Saham Melonjak

Photo Author
Natanael Kwintalis Helan, Reportase NTT
- Senin, 14 April 2025 | 20:23 WIB
Donald Trump, Presiden Amerika Serikat  (Foto asli Instagram @realdonaldtrump)
Donald Trump, Presiden Amerika Serikat (Foto asli Instagram @realdonaldtrump)



REPORTASENTT.COM, BEIJING- Di tengah ancaman tarif tinggi dari Washington, Tiongkok menyatakan bahwa dampak terhadap ekspor mereka tidak sebesar yang merugikan.
 
"Langit tidak akan runtuh," kata Lyu Daliang, juru bicara administrasi bea cukai Tiongkok, saat pasar saham global menunjukkan mengejutkan pada hari Senin.

Pernyataan itu muncul setelah Presiden AS Donald Trump kembali menaikkan tarif barang-barang dari Tiongkok, dengan total pajak perbatasan yang kini mencapai 145 persen.
 
 
Sebagai balasannya, Tiongkok telah memberlakukan tarif sebesar 125 persen atas impor dari AS.
 
Namun menurut Lyu, Tiongkok telah mengantisipasi risiko ini dengan mendiversifikasi pasar ekspornya dalam beberapa tahun terakhir.

“Upaya ini tidak hanya mendukung pembangunan mitra dagang kami, tetapi juga memperkuat daya tahan ekonomi dalam negeri,” ujar Lyu dalam laporan yang dikutip kantor berita Xinhua.
 
Baca Juga: Perseftim Bangkit! KONI Flotim Umumkan Formasi Baru, Siap Guncang Liga 4 Nasional

Meski perang dagang kembali memanas, investor tampaknya melihat celah positif. Indeks saham utama di Asia dan Eropa mencatatkan kenaikan signifikan.
 
Nikkei Jepang naik 1,2 persen, Hang Seng melonjak 2,2 persen, sementara bursa Shanghai dan Shenzhen masing-masing naik 0,8 persen dan 1,2 persen.
 
Di Eropa, FTSE 100 London melesat 1,6 persen, DAX Jerman naik 2,2 persen, dan CAC 40 Prancis tumbuh 2 persen.
 
Baca Juga: Barcelona Bertahan di Butarque: Kemenangan Pahit yang Mengokohkan Posisi Mereka

Tarik ulur sikap Gedung Putih juga mengundangnya.
 
Setelah sempat memberi kelonggaran untuk barang elektronik seperti smartphone dan laptop, Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick menyatakan bahwa perangkat tersebut bisa dikenai tarif semikonduktor baru dalam waktu satu hingga dua bulan.

Trump juga menegaskan melalui akun Truth Social bahwa "tidak ada seorang pun yang lepas dari tanggung jawab", dan mengingatkan bahwa smartphone tetap dikenai tarif 20 persen, serta membuka kemungkinan kenaikan harga lanjutan.
 
Baca Juga: Tim Opsnal Reskrim Polsek Tambora Ringkus Komplotan Spesialis Pencurian Sepeda Motor

Sementara itu, Presiden Tiongkok Xi Jinping yang sedang berkunjung ke Vietnam, menyampaikan kritik terhadap kebijakan tarif AS.
 
Ia menegaskan bahwa perang dagang dan proteksionisme tidak akan menguntungkan siapa pun.

Dalam konteks ini, Vietnam juga mengambil alih sorotan.
 
 
Negara tersebut, kini menjadi sumber barang terbesar yang menghancurkan konsumen AS, terancam tarif sebesar 46 persen saat masa jeda 90 hari berakhir.

Tiongkok kini mulai fokus memperkuat pasar domestik sebagai penyangga terhadap persaingan global.
 
Pemerintah dikabarkan tengah mendorong konsumsi swasta agar perekonomian tetap stabil, meski dilanda tekanan eksternal.

Editor: Natanael Kwintalis Helan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X