Struktur demokrasi Athena terdiri dari tiga lembaga utama.
Pertama, ekklesia, tempat seluruh warga negara pria dewasa bisa hadir dan memberikan suara.
Kedua, boule, dewan beranggotakan 500 orang yang dipilih secara acak untuk menyiapkan agenda dan mengawasi pelaksanaan kebijakan.
Baca Juga: Wisata Bahari Igo Tapun Diresmikan, Mangrove Muruone di Lembata Jadi Daya Tarik Edukatif
Terakhir, dikasteria, pengadilan rakyat dengan juri warga yang juga dipilih secara acak untuk mengadili kasus hukum dan politik.
Meski inovatif, demokrasi Athena memiliki keterbatasan signifikan.
Hanya pria dewasa yang merupakan warga bebas yang berhak berpartisipasi.
Wanita, budak, dan warga asing dikecualikan dari proses politik.
Baca Juga: Janji Urus Tanah dan Lobi Hakim, Oknum Pengacara di Larantuka Dipolisikan
Bahkan, ketidakhadiran dalam ekklesia dapat dikenai denda atau hukuman simbolik, menegaskan kewajiban partisipasi warga.
Warisan demokrasi Athena menjadi dasar bagi sistem demokrasi modern, terutama dalam hal kedaulatan rakyat dan keterlibatan langsung.
Namun, model ini juga mengungkap kelemahan seperti kerentanan terhadap krisis internal dan eksternal, termasuk wabah mematikan pada 430 SM yang melemahkan Athena secara signifikan.
Baca Juga: Gibran Pindah Kantor ke Papua? Yusril: Stop Sebar Hoaks!
Selain Athena, beberapa kota Yunani lain juga mengembangkan sistem demokrasi, meskipun pengaruhnya tidak sebesar Athena.