Wisata Bahari Igo Tapun Diresmikan, Mangrove Muruone di Lembata Jadi Daya Tarik Edukatif

Photo Author
Bernad Nara Gere, Reportase NTT
- Minggu, 13 Juli 2025 | 08:15 WIB
Para wisatawan saat mengunjungi Desa Muruone, Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata. (Foto Bernad Nara)
Para wisatawan saat mengunjungi Desa Muruone, Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata. (Foto Bernad Nara)

 

REPORTASENTT.COM, LEMBATA- Pemerintah Desa Muruone, Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata kembali meluncurkan objek wisata bahari bertempat di areal Igo Tapun, Kamis (10/7).

Peresmian ini dihadiri langsung oleh rombongan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lembata bersama sejumlah pejabat daerah lainnya.

Turut hadir dalam acara tersebut antara lain Kepala Dinas Perikanan, Kepala PHK Lembata, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), serta Camat Ile Ape yang mewakili Sekretaris Daerah.

Baca Juga: Janji Urus Tanah dan Lobi Hakim, Oknum Pengacara di Larantuka Dipolisikan

Selain itu, hadir pula tokoh masyarakat, tokoh adat, Ketua BPD, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), Ketua Kelompok Konservasi Hutan Mangrove, dan warga Desa Muruone yang memadati pelataran Igo Tapun.

Ketua Pokdarwis Desa Muruone, yang juga bertindak sebagai pembawa acara, membuka kegiatan dengan memperkenalkan konsep wisata mangrove yang ditawarkan.

Ia menyebutkan bahwa keberadaan jembatan titian berbahan bambu lokal memberikan pengalaman unik bagi wisatawan untuk menyusuri kawasan mangrove hingga ke laut lepas, menuju satu titik yang dikenal sebagai Eling One.


Baca Juga: Kapal Pesiar Mewah Scenic Eclipse II Kunjungi Larantuka, Ratusan Turis Asing Jelajahi Budaya Lamaholot

“Eling One adalah kubangan luas yang dipenuhi rerumputan laut atau ‘lamu’ setinggi lutut, dan juga dikenal dengan sebutan ‘Kemang’, yakni jalur alami aliran air laut yang membentuk saluran di antara akar-akar mangrove,” jelasnya.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lembata dalam sambutannya mengapresiasi keunikan kawasan tersebut, sembari menyebut kawasan mangrove di Desa Muruone sebagai salah satu destinasi yang paling edukatif di Nusantara.

“Ada 202 jenis mangrove di dunia, 43 di antaranya ada di Indonesia. Kita di Lembata patut berbangga karena 15 jenis mangrove dapat ditemukan di Desa Muruone,” ucapnya.


Baca Juga: Telkomsel Kejam! DPR Soroti Kuota Hangus, Sadarestuwati Semprot Menteri Erick Thohir

Lebih lanjut, ia menyatakan harapan agar kawasan ini tidak hanya menjadi daya tarik wisata, tetapi juga pusat penelitian dan edukasi tentang ekosistem mangrove.

Menariknya, pada sore hari dijadwalkan kunjungan lanjutan dari rombongan wisatawan asal Australia yang ingin kembali menikmati keindahan hutan mangrove Igo Tapun, menandai tingginya minat wisatawan mancanegara terhadap potensi lokal Desa Muruone.

Editor: Yuga Yuliana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X