REPORTASENTT.COM, LEMBATA- Pemerintah Desa Muruone, Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata kembali meluncurkan objek wisata bahari bertempat di areal Igo Tapun, Kamis (10/7).
Peresmian ini dihadiri langsung oleh rombongan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lembata bersama sejumlah pejabat daerah lainnya.
Turut hadir dalam acara tersebut antara lain Kepala Dinas Perikanan, Kepala PHK Lembata, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), serta Camat Ile Ape yang mewakili Sekretaris Daerah.
Baca Juga: Janji Urus Tanah dan Lobi Hakim, Oknum Pengacara di Larantuka Dipolisikan
Selain itu, hadir pula tokoh masyarakat, tokoh adat, Ketua BPD, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), Ketua Kelompok Konservasi Hutan Mangrove, dan warga Desa Muruone yang memadati pelataran Igo Tapun.
Ketua Pokdarwis Desa Muruone, yang juga bertindak sebagai pembawa acara, membuka kegiatan dengan memperkenalkan konsep wisata mangrove yang ditawarkan.
Ia menyebutkan bahwa keberadaan jembatan titian berbahan bambu lokal memberikan pengalaman unik bagi wisatawan untuk menyusuri kawasan mangrove hingga ke laut lepas, menuju satu titik yang dikenal sebagai Eling One.
“Eling One adalah kubangan luas yang dipenuhi rerumputan laut atau ‘lamu’ setinggi lutut, dan juga dikenal dengan sebutan ‘Kemang’, yakni jalur alami aliran air laut yang membentuk saluran di antara akar-akar mangrove,” jelasnya.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lembata dalam sambutannya mengapresiasi keunikan kawasan tersebut, sembari menyebut kawasan mangrove di Desa Muruone sebagai salah satu destinasi yang paling edukatif di Nusantara.
“Ada 202 jenis mangrove di dunia, 43 di antaranya ada di Indonesia. Kita di Lembata patut berbangga karena 15 jenis mangrove dapat ditemukan di Desa Muruone,” ucapnya.
Baca Juga: Telkomsel Kejam! DPR Soroti Kuota Hangus, Sadarestuwati Semprot Menteri Erick Thohir
Lebih lanjut, ia menyatakan harapan agar kawasan ini tidak hanya menjadi daya tarik wisata, tetapi juga pusat penelitian dan edukasi tentang ekosistem mangrove.
Menariknya, pada sore hari dijadwalkan kunjungan lanjutan dari rombongan wisatawan asal Australia yang ingin kembali menikmati keindahan hutan mangrove Igo Tapun, menandai tingginya minat wisatawan mancanegara terhadap potensi lokal Desa Muruone.
Artikel Terkait
Ratusan Massa Unjuk Rasa di Kupang, Kapolresta Baru Langsung Kawal Aksi Pertama
Gibran Pindah Kantor ke Papua? Yusril: Stop Sebar Hoaks!
Anies Baswedan Turun Gunung di Sidang Dukung Tom Lembong: Dunia Memantau, Jangan Bikin Malu
Kapal Pesiar Mewah Scenic Eclipse II Kunjungi Larantuka, Ratusan Turis Asing Jelajahi Budaya Lamaholot
Janji Urus Tanah dan Lobi Hakim, Oknum Pengacara di Larantuka Dipolisikan