REPORTASENTT.COM, ADONARA- Kunjungan wisata budaya berlangsung di Desa Lamahelan, Helan Lango Wuyo, Kecamatan Ile Boleng, Pulau Adonara, Minggu (10/5/2026). Sebanyak 12 pelancong asal Nottingham, England, United Kingdom, tiba di desa tersebut dalam rangka wisata tekstil tradisional di wilayah Indonesia Timur.
Rombongan tergabung dalam program “Textile Tour with David and Sue Richardson” yang dipimpin pasangan suami istri, David Richardson dan Sue Richardson.
Perjalanan mereka dimulai dari sejumlah daerah di Nusa Tenggara Timur, mulai dari Lembata, Alor, Larantuka hingga Adonara untuk menelusuri kekayaan tenun ikat tradisional masyarakat lokal.
Baca Juga: Dua Senpi Ditemukan di Bali, Kasus Lama Polda NTT Berujung Pemecatan Oknum
Selain melihat proses pembuatan tenun ikat khas Adonara, para wisatawan juga mengunjungi rumah adat dan bale adat di kawasan Lango Wuyo.
Keunikan arsitektur tradisional serta artefak budaya setempat menjadi perhatian para tamu mancanegara tersebut.
Kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Desa Lamahelan, Bernard Boro, memandu rombongan menuruni tangga batu menuju pelataran rumah adat.
Di lokasi itu, wisatawan disambut atraksi tari hedung yang dibawakan anak-anak sekolah dasar sambil menikmati sajian air kelapa muda.
Setelah beristirahat, rombongan menyaksikan secara langsung proses pembuatan tenun ikat, mulai dari pemintalan kapas hingga penenunan kain sarung tradisional yang dikenal dengan sebutan “Kewatek” dan “Senae’”.
Beberapa wisatawan tampak membeli kain tenun yang dipamerkan warga di sekitar halaman rumah adat.
Baca Juga: Oknum Manajemen Kopdit Swasti Sari Larantuka Dilaporkan dalam Dugaan Bocornya Data Anggota
Sue Richardson mengaku tertarik dengan motif dan karakter tenun khas Adonara yang dinilai memiliki nilai seni tinggi.
“Motif dan ciri khas sarungnya sangat menarik. Sulit dijelaskan dengan kata-kata, tetapi ada keinginan untuk langsung memilikinya,” kata Sue saat melihat koleksi tenun warga.
David Richardson menjelaskan kunjungan mereka merupakan bagian dari perjalanan studi tekstil yang telah dilakukan di Indonesia sejak 2013.
Artikel Terkait
Vario Milik Pelajar di Reok Dicuri, Ditukar dengan Supra dan Tambahan Rp600 Ribu, FD Akhirnya Diamankan di Polres Manggarai
Pemuda Asal Alor dan Kupang Ribut di Denpasar, Dipicu Salah Paham usai Cekcok di Pantai Sanur
Kelapa Flores Timur Tak Mau Lagi Jadi Penghias Pasar Tradisional, Kini Mulai Dilirik Industri
APBD Flores Timur Dipertanggungjawabkan Setiap Tahun, Jalan Rusak Tetap Jadi Agenda Tahunan
Dua Senpi Ditemukan di Bali, Kasus Lama Polda NTT Berujung Pemecatan Oknum