Sumba Barat Daya Bidik Status Destinasi Premium Dunia, Ini Ikon Baru yang Disebut Bisa Lampaui Bali dan Labuan Bajo

Photo Author
Natanael Kwintalis Helan, Reportase NTT
- Jumat, 3 Oktober 2025 | 06:00 WIB
 Ini salah satu ikon wisata di Pulau Sumba- NTT. (Foto/ist.)
Ini salah satu ikon wisata di Pulau Sumba- NTT. (Foto/ist.)



REPORTASENTT.COM, JAKARTA-  Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, menandai peringatan Hari Pariwisata Dunia, Senin, 29 September 2025, dengan sebuah deklarasi besar, menjadi destinasi wisata premium dunia yang tangguh dan lestari.
 
 
 
 
Panggungnya adalah Desa Wisata Bahari Pero Konda, ikon baru yang digadang melampaui dominasi Bali dan Labuan Bajo.
 
 


Acara ini diinisiasi Program Pengabdian Alumni (PANA) Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan, bersama Pemerintah Desa Pero Konda dan Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Hadir mewakili Menteri Pariwisata, Plt. Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF), Dwi Marhen Yono, yang juga Asisten Deputi Pengembangan Destinasi Pariwisata Kemenparekraf.
 
 
 
 
Sejumlah pejabat dari Kementerian Desa, Pegadaian, serta jajaran Forkopimda setempat ikut mendukung.
 


Komitmen yang digelar lewat forum ini bukan sekadar seremoni. Kesepakatan bersama memetakan pekerjaan rumah yang menumpuk: peningkatan kualitas sumber daya manusia, pembenahan infrastruktur, perbaikan tata kelola, hingga penguatan promosi dan manajemen event.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
"Pero Konda harus semakin dikenal. Jangan hanya NIHI Sumba yang mendunia," kata Kepala Divisi Alumni LPDP, Agam, menohok dominasi satu resort eksklusif yang selama ini jadi wajah pariwisata Sumba.
 
 
 


Program PANA LPDP tahun ini melibatkan 26 alumni yang akan mengabdi enam bulan di empat desa.
 
 
 
 
 
Misi mereka: membangun pariwisata berkelanjutan, yang bukan hanya menjual pemandangan, tetapi juga memastikan manfaat ekonomi dirasakan masyarakat lokal.
 
 
 
 
 
 
 
 


Dwi Marhen Yono menyebut kolaborasi ini sebagai energi baru bagi pentahelix pariwisata: desa wisata, pemerintah, swasta, komunitas, dan akademisi.
 
 
 
 
"Kuncinya inovasi. Wisatawan datang untuk kenyamanan dan kebahagiaan, itu yang harus dijaga," ujarnya.
 


Wakil Bupati Sumba Barat Daya, Dominikus Rangga Kaka, ikut menggarisbawahi bahwa pariwisata premium tak bisa lahir dari janji semata.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
"Pembangunan harus berkualitas, berkelanjutan, dan menguntungkan rakyat," katanya.



Editor: Natanael Kwintalis Helan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X