REPORTASENTT.COM, ALOR- Api, dan amarah mewarnai dua kampung di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, Selasa (30/9).
Sejak dini hari, Watatuku dan Mola di Kelurahan Welai Timur, Kecamatan Teluk Mutiara, berubah mencekam.
Rangkaian peristiwa beruntun, pembakaran kios, pembacokan pemuda, hingga bentrokan terbuka, membuat situasi cepat membara.
Baca Juga: Dapur MBG Makassar Ditutup, Surat Pemberhentian Bikin Bingung Sekolah
Pukul 03.30 WITA, warga Watatuku tersentak oleh ledakan dari lahan milik Pemda Alor.
Api menjilat tiga kios, lapak sayur Herlina Lau, bengkel milik Ridwan Kristian Atalo, serta pangkas rambut Anton Blegur.
Kerugian ditaksir Rp 12 juta. Ridwan sempat melihat dua orang tak dikenal melintas dengan sepeda motor sebelum kebakaran.
Baca Juga: Diusir, Dicekik, Dilarang Meliput: Kekerasan Terhadap Jurnalis di Dapur Program Makan Bergizi Gratis
“Ada jejak kaki mengarah ke pantai,” katanya.
Belum reda bara, pukul 05.30 WITA, Mardess Tenlys Lomabi (20) dari Kampung Mola ditemukan bersimbah darah.
Ia diduga dibacok kakak beradik Mesak dan Musa Atalo, kerabat pemilik kios terbakar.
Baca Juga: PVMBG Ungkap Suplai Magma Lewotobi Masih Aktif, Bahaya Lahar Mengintai
Sayatan menghantam punggung, paha, dan lengannya.
Warga Mola mendesak polisi segera menangkap pelaku.
Siang hari, situasi meledak. Sekitar pukul 12.00 WITA, pemuda Watatuku menyerang pemukiman Mola dengan panah.
Baca Juga: Kos di Kota Raja Kupang Mendadak Ramai, Temuan Mengejutkan Bikin Warga Kaget
Balasan pun datang. Kejar-kejaran tak terhindarkan.
Artikel Terkait
Netanyahu Sentil Prabowo di PBB: Walk Out, Demo, dan Janji Manis Teknologi Israel
PVMBG Ungkap Suplai Magma Lewotobi Masih Aktif, Bahaya Lahar Mengintai
KNMP Dibangun, Wabup Dorong Generasi Muda Angkat Ekonomi Pesisir Flores Timur
Diusir, Dicekik, Dilarang Meliput: Kekerasan Terhadap Jurnalis di Dapur Program Makan Bergizi Gratis
Dapur MBG Makassar Ditutup, Surat Pemberhentian Bikin Bingung Sekolah