Netanyahu Sentil Prabowo di PBB: Walk Out, Demo, dan Janji Manis Teknologi Israel

Photo Author
Natanael Kwintalis Helan, Reportase NTT
- Selasa, 30 September 2025 | 06:40 WIB
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu dan Presiden RI Prabowo Subianto.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu dan Presiden RI Prabowo Subianto.




 

REPORTASENTT.COM, NEW YORK-  Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mencuri sorotan pada hari ke-4 Sidang Umum PBB, Jumat, 26 September 2025 waktu setempat.
 
 
 
Selama 40 menit berpidato, ia bukan hanya membela operasi militer di Gaza, tapi juga menyinggung ucapan Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, yang tiga hari sebelumnya menyuarakan solusi dua negara.
 
 


Tegangan di aula PBB terasa nyata. Sejumlah delegasi memilih walk out bahkan sebelum Netanyahu membuka pidato.
 
 
 
 
 
 
Di luar gedung, gelombang demonstrasi pro-Palestina menyerukan “Free Palestine” sambil menuntut Netanyahu ditangkap atas dugaan kejahatan perang di Gaza.
 
 


Di podium, Netanyahu berusaha merajut dua wajah. Satu, sebagai pembela keras Israel.
 
 
 
Dua, sebagai penjual mimpi lewat janji teknologi dan diplomasi.
 
 
 
 
 
 
 
 
“Saya mencatat kata-kata penyemangat yang diucapkan Presiden Indonesia,” ucapnya, sebagaimana dikutip Times of Israel.
 
 
 
 
“Ini negara Muslim terbesar di dunia, dan ini pertanda besar tentang apa yang akan terjadi nanti," tambanya.
 


Pernyataan itu dilempar ke kursi-kursi kosong akibat walk out, namun cukup memicu riak diplomasi.
 
 
 
 
 
 
 
Sebelumnya, Prabowo di forum yang sama menekankan perlunya Palestina merdeka dengan jaminan keamanan bagi Israel.
 
 
 
 
“Dengan cara itu kita mendapat perdamaian sejati. Tak ada lagi kebencian, tak ada lagi kecurigaan,” ujar Prabowo.
 
 


Netanyahu membalas dengan sindiran.
 
 
 
 
 
 
“Banyak dari mereka yang berperang melawan Israel hari ini akan pergi besok,” katanya.
 
 
 
Sekaligus menyelipkan iming-iming: kerja sama dengan Israel, kata Netanyahu, akan membuka akses pada teknologi medis, pertanian, air, pertahanan, hingga kecerdasan buatan.
 


Sikap Indonesia di panggung PBB menjadi alternatif.
 
 
 
 
 
 
 
Prabowo menegaskan, begitu Israel mengakui kemerdekaan Palestina, Indonesia siap mengakui Israel.
 
 
 
 
Posisi itu menempatkan Jakarta di persimpangan diplomasi, antara keberpihakan pada Palestina dan peluang membuka jalan normalisasi.
 


Pidato Netanyahu yang dibayangi walk out dan demonstrasi justru mempertebal ironi.
 
 
 
 
 
Dua pemimpin, dua narasi, saling silang di mimbar yang sama.
 
 
 
 
Tapi solusi dua negara, yang sejak lama jadi wacana, tetap menggantung di udara, di tengah retak kepercayaan dan riuh diplomasi global.

Editor: Natanael Kwintalis Helan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X