REPORTASENTT.COM, LARANTUKA- Ketahanan pangan kian menjadi isu mendesak di Nusa Tenggara Timur, khususnya Pulau Flores, yang belakangan dihantam perubahan iklim dan cuaca ekstrem.
Menjawab tantangan itu, konsorsium NGO yang terdiri dari Humanis, Asosiasi Pendamping Perempuan Usaha Kecil (ASPUK), dan Koalisi Rakyat Kedaulatan Pangan (KRKP) menggelar rapat koordinasi implementasi program Flores Empowerment for Agricultural Sustainability and Transformation (FEAST!), Kamis (25/9/2025), di Aula Bapperida Flores Timur.
Program yang digandeng bersama DBS Foundation dan pemerintah daerah ini mulai berjalan sejak Januari 2025.
FEAST ditargetkan berlangsung tiga tahun di sepuluh desa di Kecamatan Wulanggitang dan Ilebura, dengan fokus pada praktik pertanian berkelanjutan serta teknologi cerdas iklim.
Kepala Bapperida, Apolonia Corebima, mewakili Bupati Flores Timur membuka forum ini.
Dalam sambutan yang dibacakan Apolonia, Bupati Antonius Doni Dihen menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memastikan keberhasilan program.
“Keselarasan antar program FEAST dan OPD harus dipadukan sehingga lahir satu arah pembangunan pertanian dan ketahanan pangan yang padu,” ujarnya.
FEAST membawa pendekatan berbeda: tidak hanya mendorong produktivitas lahan kering dengan irigasi, sumur bor, serta bantuan benih unggul, tetapi juga mengintegrasikan edukasi gizi, pengolahan pangan lokal, hingga pengendalian hama terpadu.
Bupati Dihen melihat agenda ini sejalan dengan visi misi pemerintahan 2025–2029 tentang pertanian terkonsentrasi (Big Push).
Strateginya, mengandalkan ilmu pengetahuan dan teknologi terbaru untuk meningkatkan daya saing sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya.
“Forum ini jangan berhenti di formalitas. Harus ditindaklanjuti secara teknis dengan langkah-langkah strategis yang bisa dikolaborasikan bersama,” tegasnya.
Hadir dalam forum itu Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sebast Sina Kleden, Plt. Camat Wulanggitang Karolus Kesemur, Camat Titehena Emanuel Corebima, para kepala desa, NGO, serta fasilitator lokal.
Artikel Terkait
Kasus TPKS di Adonara Ungkap Maraknya Kekerasan Seksual di NTT
Kasus Kekerasan Anak di Adonara, Dinsos Dampingi Korban dengan Rehabilitasi Psikososial
Menemani Claudia, Menjaga Asa Anak-anak Flores Timur di Tengah Luka
Baterai Raib Rp228 Juta, Lima Pemuda Kupang Tersandung Aksi Berulang
Liga I Askab PSSI Flores Timur 2025 Resmi Bergulir, Bupati Doni Dihen: Sepak Bola adalah Industrinya Flores Timur