REPORTASENTT.COM, KUPANG- Peringatan bahaya di Gunung Lewotobi Laki-laki, Flores Timur, belum berakhir. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menegaskan suplai magma masih aktif menuju permukaan, memicu erupsi beruntun sepanjang akhir pekan.
Dalam periode 27–28 September, tercatat 14 kali letusan.
Kolom abu membubung setinggi 1.200 meter di atas puncak, disertai tremor non-harmonik yang menandakan tekanan magma kian kuat.
Dua erupsi susulan pada Minggu malam mempertegas situasi genting. Kolom abu pekat menjulang hingga 1.000 meter, sementara aliran lava merayap sejauh 3,8 kilometer ke barat-barat laut dan 4,3 kilometer ke timur laut.
“Data visual dan instrumental menunjukkan suplai magma ke permukaan masih terus berlangsung. Karena itu, masyarakat diminta tetap waspada dan mematuhi rekomendasi PVMBG,” kata Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika, Senin (29/9).
Bahaya Lahar
Ancaman kini bukan hanya abu dan lava. PVMBG mengingatkan potensi banjir lahar hujan di sejumlah sungai: Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, hingga Nawakote.
Hujan lebat diperkirakan bisa menyeret material vulkanik ke pemukiman dan lahan pertanian.
Polda NTT mempertegas larangan aktivitas dalam radius 6 kilometer dari kawah, serta 7 kilometer di sektor barat daya–timur laut.
Polisi juga mengimbau warga menggunakan masker, tidak menyebarkan informasi tanpa sumber resmi, dan segera mengungsi jika situasi memburuk.
“Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. Polri bersama BPBD dan Pos Pengamatan Lewotobi terus bersiaga. Kami mengajak warga tetap tenang, namun meningkatkan kewaspadaan,” ujar Henry.
Artikel Terkait
Mengerikan! 5.914 Korban Keracunan MBG, Prabowo Siapkan Langkah Darurat
Insiden Keracunan Bayangi Program Makan Bergizi Gratis, Pemerintah Tutup Sejumlah Dapur
Dewan Pers Minta Istana Jelaskan Pencabutan ID Card Reporter CNN
Di Balik Seremoni Terima SK P3K, Wabup Flores Timur Lontarkan Peringatan
Kos di Kota Raja Kupang Mendadak Ramai, Temuan Mengejutkan Bikin Warga Kaget