Ungkap Strategi Baru, Gubernur NTT Paparkan Arah Baru Pariwisata di Forum Nasional Bali  

Photo Author
Natanael Kwintalis Helan, Reportase NTT
- Sabtu, 11 Oktober 2025 | 22:44 WIB
Gubernur NTT, Melki Laka Lena saat jadi pembicara dalam  forum nasional Tourism for Impact Conference 2025 di Bali.
Gubernur NTT, Melki Laka Lena saat jadi pembicara dalam forum nasional Tourism for Impact Conference 2025 di Bali.

 
 

REPORTASENTT.COM, BALI-  Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena menjadi salah satu pembicara dalam forum nasional Tourism for Impact Conference 2025 yang digelar di Bali, Jumat (10/10/2025).
 
 
 


Dalam forum bertema Local Leadership for the Future of Indonesia Tourism: Case from East Nusa Tenggara” itu, Melki menegaskan komitmen NTT untuk membangun sektor pariwisata yang berpijak pada kekuatan lokal dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
 
 
 


“Pariwisata NTT harus bertumbuh dengan semangat keberlanjutan, kolaborasi, dan kesejahteraan bagi rakyat,” ujar Melki dalam paparannya.
 
 
 
 
 
 


Ia menjelaskan, arah pembangunan pariwisata di NTT akan terus menonjolkan potensi wisata alam dan budaya berbasis komunitas sebagai penggerak ekonomi rakyat.
 
 
 
Selain itu, pemerintah daerah juga mendorong peran milenial dan perempuan sebagai motor penggerak ekonomi kreatif lokal.
 


“Tenun ikat, kuliner khas, dan kriya tradisional bukan sekadar warisan budaya, tetapi sumber ekonomi yang menghidupi banyak keluarga di NTT,” katanya.
 
 
 
 
 
 
 


Dalam konteks Rancangan Teknokratik RPJMN 2025–2029, kawasan Bali–Nusa Tenggara ditetapkan sebagai Superhub Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nusantara Bertaraf Internasional.
 
 
 
Penetapan ini membuka peluang besar bagi kolaborasi antarprovinsi di kawasan tersebut.
 


“Bali menjadi pusat budaya dan pariwisata global, NTB sebagai pusat wisata petualang dan lumbung pangan, sedangkan NTT sebagai pusat pariwisata bahari dan minat khusus bertaraf internasional,” jelas Melki.
 
 
 
 
 
 


Meski memiliki potensi besar, Melki mengakui masih terdapat sejumlah tantangan, seperti promosi yang belum optimal, keterbatasan sumber daya manusia, serta dukungan anggaran yang terbatas.
 
 
 
Karena itu, ia menekankan pentingnya kolaborasi multipihak antara pemerintah, swasta, dan komunitas.
 


“Kami ingin membangun pariwisata yang manfaatnya benar-benar dirasakan oleh rakyat,” tegasnya.

 

Editor: Natanael Kwintalis Helan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X