REPORTASENTT.COM, JAKARTA- Ketua Komisi V DPR RI Lasarus menyoroti aspek keselamatan kapal pinisi setelah kecelakaan laut di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, menewaskan pelatih sepak bola wanita Valencia CF Martin Carreras Fernando dan dua anaknya.
Dikatakannya, insiden tersebut menyita perhatian luas, termasuk internasional. Katanya, kapal pinisi sejatinya tidak dirancang untuk mengangkut penumpang.
“Saya kalau bicara soal kapal ini, sering saya kontak Pak Soerjanto Tjahjono, Ketua KNKT. Kapal pinisi ini sedianya untuk angkut barang, bukan orang,” kata dia dalam rapat kerja Komisi V DPR RI bersama Kementerian Perhubungan, Kementerian PUPR, Basarnas, BMKG, dan Korlantas Polri di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Selasa (20/1/2026).
Baca Juga: Liverpool Bungkam Marseille di Velodrome, Langsung Melaju ke 16 Besar Eropa
Lasarus menjelaskan, desain lambung kapal pinisi cenderung kosong, sementara beban berada di bagian atas, sehingga kapal mudah oleng.
“Ketika lambungnya kosong dan atasnya berat, pasti gampang oleng. Harusnya lambungnya diisi,” katanya.
Ia mempertanyakan sistem pengawasan, ramp check, serta kelaikan berlayar kapal pinisi, mengingat kecelakaan tersebut menimbulkan korban jiwa.
Baca Juga: Tanpa Helm dan Oleng di Jalan Timor Raya Kota Kupang, Pengendara Ini Diamankan Polisi
“Pengawasan kapal pinisi ini bagaimana? Ramp check, kelaikan berlayarnya apakah sama dengan kapal lain? Ini menyangkut nyawa orang,” kata dia.
Menurut Lasarus, kasus di Labuan Bajo menjadi sorotan dunia karena melibatkan figur internasional.
Dikatakannya, hal itu berdampak pada citra Indonesia dalam menjamin keselamatan wisatawan.
Artikel Terkait
Lupa Pernah Menjual Jati, Pria 42 Tahun Asal Belu Minta Maaf ke Anaknya Usai Mediasi Polisi
Sabung Ayam di Pasar Oebobo Dibubarkan Polisi, Satu Ayam Diamankan
Tanpa Helm dan Oleng di Jalan Timor Raya Kota Kupang, Pengendara Ini Diamankan Polisi
Ile Lewotolok Level III, Polisi Pantau Ketat Jalur dan Aktivitas Warga
Liverpool Bungkam Marseille di Velodrome, Langsung Melaju ke 16 Besar Eropa