REPORTASENTT.COM, LARANTUKA- Festival Seni Pertunjukan Teater tingkat pelajar yang digelar Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Flores Timur memasuki hari kedua, Kamis (18/9/2025).
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 17–19 September 2025, ini menghadirkan para pelajar SMP dan SMA dari berbagai sekolah di Flores Timur untuk menampilkan karya teater dengan ragam isu sosial remaja.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Flores Timur, Silvester Suban Toa Kabelen, menegaskan bahwa festival ini bukan sekadar ajang hiburan, tetapi juga ruang edukasi dan ekspresi bagi generasi muda.
“Festival ini tidak hanya sekadar tontonan, tetapi juga tuntunan dan ruang refleksi bagi remaja untuk membaca dirinya, menggali potensi, serta mengaktualisasikan pemikiran dan perasaan mereka lewat seni teater,” ujar Silvester dalam laporannya, Rabu (17/9/2025).
Ia menambahkan, tema festival tahun ini disusun dengan mempertimbangkan persoalan aktual yang dihadapi remaja, seperti tawuran, pergaulan bebas, penyalahgunaan narkoba, hingga dampak konten negatif di ruang digital.
“Teater merupakan seni kompleks dengan kekuatan performatif yang mampu menjadi medium kritik sosial sekaligus mendorong perubahan,” katanya saat dihubungi, Kamis (18/9/2025).
Baca Juga: Prabowo Lantik Djamari Chaniago Jadi Menko Polkam, Diminta Gunakan “Sisa Umur” untuk Negara
Daftar Pementasan Hari Kedua
Berikut daftar sekolah yang tampil pada hari kedua Festival Teater Pelajar Flores Timur:
SMP Swasta St. Gabriel
- Judul: Jejak Sunyi Kehampaan
- Penulis & Sutradara: Hermanus Tupen Masan
SMPN Panca Marga
- Judul: Terkubur
- Penulis & Sutradara: Marthyn Kabelen
SMK Sura Dewa
- Judul: Fomo Iko Bua Rame
- Penulis Naskah: Moh. Zaini Ratuloly
- Sutradara: Ayu Wandira
SMAN 1 Solor Barat
- Judul: Wu Dei & Siapa Nama Aslinya
- Penulis Naskah: Ari Pahala Hutabara
- Sutradara: Jon Nius Bala Rogo, S.Pd
SMK Ancop Berasrama Likutoden
- Judul: Satu Atap Seribu Harapan
- Penulis & Sutradara: Rosalin Ngura
Festival ini mendapat sambutan antusias dari masyarakat.
Sil Kabelen berharap ajang tahunan tersebut bisa menjadi wadah apresiasi seni sekaligus sarana pendidikan karakter bagi generasi muda Flores Timur.
Artikel Terkait
Banjir Bandang Nagekeo, Gubernur NTT Pastikan Bantuan Warga
Korban Percaya Dijanjikan Miliaran, Begini Trik Romo di Apartemen hingga Digerebek Polisi
Jejak Sabu dalam Ransel Hitam: Penangkapan Pengedar di Pontianak yang Dibuntuti Polisi
Prabowo Lantik Djamari Chaniago Jadi Menko Polkam, Diminta Gunakan “Sisa Umur” untuk Negara
Koalisi Masyarakat Sipil Kritik Menhan Sjafrie, Sebut Penjagaan DPR oleh TNI Langgar UU