Baca Juga: Kasus Agustina Sabu Beda Menguak Dugaan Permainan Pengawas Naker dan Yayasan Papa Miskin di RS Bukit
Ia bersama kelompoknya rutin mendatangi berbagai daerah untuk mendokumentasikan dan mengoleksi kain tradisional Nusantara.
“Kami sudah berkeliling ke banyak daerah di Indonesia sejak 2013. Perjalanan pada Mei 2026 difokuskan di kawasan Indonesia Timur untuk melengkapi studi tekstil tradisional,” kata David.
Ia juga mengenang kunjungan sebelumnya ke Flores Timur pada 2019 saat bertemu Bupati Flores Timur kala itu, Antonius Hadjon, dan mengunjungi Desa Lewokluok.
Baca Juga: Di Hadapan 45 Peserta AKPOL, Kapolda NTT Ungkap Fakta Mengejutkan soal Kelulusan
Kehadiran wisatawan mancanegara di Desa Lamahelan dinilai membuka peluang promosi budaya lokal sekaligus memperkuat daya tarik wisata berbasis tradisi di Pulau Adonara.
Artikel Terkait
Vario Milik Pelajar di Reok Dicuri, Ditukar dengan Supra dan Tambahan Rp600 Ribu, FD Akhirnya Diamankan di Polres Manggarai
Pemuda Asal Alor dan Kupang Ribut di Denpasar, Dipicu Salah Paham usai Cekcok di Pantai Sanur
Kelapa Flores Timur Tak Mau Lagi Jadi Penghias Pasar Tradisional, Kini Mulai Dilirik Industri
APBD Flores Timur Dipertanggungjawabkan Setiap Tahun, Jalan Rusak Tetap Jadi Agenda Tahunan
Dua Senpi Ditemukan di Bali, Kasus Lama Polda NTT Berujung Pemecatan Oknum