Pemuda Asal Alor dan Kupang Ribut di Denpasar, Dipicu Salah Paham usai Cekcok di Pantai Sanur

Photo Author
Yuga Yuliana, Reportase NTT
- Sabtu, 9 Mei 2026 | 11:48 WIB
Personel Polsek Denpasar Selatan memediasi perdamaian dua kelompok pemuda asal Alor dan Kupang di Mapolsek Denpasar Selatan usai keributan, Sabtu dini hari. (Foto FB/ Polresta Denpasar)
Personel Polsek Denpasar Selatan memediasi perdamaian dua kelompok pemuda asal Alor dan Kupang di Mapolsek Denpasar Selatan usai keributan, Sabtu dini hari. (Foto FB/ Polresta Denpasar)

REPORTASENTT.COM, DENPASAR- Keributan melibatkan dua kelompok pemuda asal Alor dan Kupang terjadi di Jalan Hang Tuah, Denpasar Selatan, Bali, Sabtu (2/5/2026) dini hari sekitar pukul 01.02 Wita. Peristiwa tersebut dipicu kesalahpahaman yang sebelumnya terjadi di kawasan Pantai Sanur.

Kapolsek Denpasar Selatan AKP Agus Adi Apriyoga menjelaskan, kedua kelompok pemuda masing-masing berjumlah sekitar empat orang.

Sebelum keributan di Jalan Hang Tuah, kedua kelompok sempat terlibat cekcok di Pantai Sanur hingga berujung aksi pemukulan terhadap salah seorang pemuda asal Alor.

 

Baca Juga: Vario Milik Pelajar di Reok Dicuri, Ditukar dengan Supra dan Tambahan Rp600 Ribu, FD Akhirnya Diamankan di Polres Manggarai



“Informasi awal sempat berkembang sebagai dugaan begal. Setelah dilakukan pengecekan dan klarifikasi, kejadian ini merupakan kesalahpahaman antar kelompok pemuda,” kata Agus.

Tidak menerima perlakuan tersebut, kelompok pemuda asal Alor kemudian mengejar kelompok pemuda asal Kupang hingga ke kawasan Jalan Hang Tuah, tepatnya di sebelah timur traffic light SMA Negeri 6 Denpasar.

Setibanya di lokasi, situasi memanas setelah salah seorang pemuda menabrakkan sepeda motornya ke arah kelompok lawan.

Baca Juga: Fakta Baru Kasus Anak di Belu: Keterangan Korban Berubah, Penyidik Tahan Langkah terhadap PK

 

Keributan pun terjadi di tengah jalan dan mengundang perhatian warga sekitar.

Warga yang melihat kejadian itu berupaya melerai dan mengamankan para pemuda yang terlibat. Salah seorang warga kemudian melaporkan insiden tersebut melalui layanan Call Center 110.

Menerima laporan itu, personel Polsek Denpasar Selatan yang dipimpin Perwira Pengawas langsung menuju lokasi untuk mengamankan seluruh pihak yang terlibat ke Mapolsek Denpasar Selatan.

 

Baca Juga: Rusak Hutan Lindung demi Emas, Tiga Penambang Ilegal Diciduk di Sumba Timur

Setelah dilakukan pemeriksaan, polisi memastikan tidak ditemukan unsur tindak pidana pembegalan sebagaimana informasi awal yang sempat beredar di masyarakat.

Perselisihan tersebut diselesaikan melalui mediasi secara kekeluargaan.

“Permasalahan sudah dimediasi dan kedua belah pihak sepakat menyelesaikan secara damai,” kata Agus.

Editor: Yuga Yuliana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X