pendidikan

Sembilan Bulan di Gedung Baru, Perpustakaan Larantuka Bangun Kesadaran Baca Lewat Festival Literasi

Rabu, 12 November 2025 | 16:40 WIB
Wakil Bupati Flores Timur foto berama Kepala Dinas, tiga narasumber utama, yakni Wakil Bupati Flores Timur, Mat Betan, dan Romo Thomas Labina. (Foto/ Elen Labina)

 

REPORTASENTT.COM, LARANTUKA- Setelah sembilan bulan menempati gedung baru, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Flores Timur menggelar Festival Literasi pada Rabu, 12 November 2025.

Kegiatan yang berlangsung di gedung perpustakaan daerah itu menjadi momentum untuk menumbuhkan kembali budaya membaca di kalangan masyarakat, terutama generasi muda.

Festival ini menghadirkan tiga narasumber utama, yakni Wakil Bupati Flores Timur, Mat Betan, dan Romo Thomas Labina.



Baca Juga: Sembilan Bulan di Gedung Baru, Perpustakaan Larantuka Bangun Kesadaran Baca Lewat Festival Literasi



Dalam diskusi bertema “Konsep Lompatan Jauh”, para pembicara menekankan pentingnya keselarasan pandangan antara pemerintah dan generasi muda dalam membangun kebudayaan literasi di daerah.

“Kita berharap pemerintah dan generasi muda memiliki pemahaman, mindset, gerak, dan bahasa yang sama dalam mendorong kemajuan literasi,” jelas Kepala Dinas Perpustakaan Flores Timur, Waton, di sela kegiatan.

Selain diskusi, festival ini juga diisi dengan berbagai lomba literasi, seperti lomba membaca puisi untuk anak-anak sekolah dasar serta lomba pidato berbahasa Inggris bagi siswa SMA.



Baca Juga: Polisi Segera Tindaklanjuti Kasus Kebocoran Toilet Hotel Krisna 2 di Borong



Rangkaian kegiatan akan berlangsung hingga 14 November 2025, yang sekaligus menjadi puncak acara dengan peresmian gedung perpustakaan baru.

“Kami sudah menempati gedung ini selama sembilan bulan. Rencananya, peresmian dilakukan bersama pemerintah daerah pada tanggal 14. Awalnya kami sudah berkomunikasi dengan Perpustakaan Nasional, tetapi akhirnya diserahkan kepada pemerintah kabupaten,” kata Waton.

Ia juga menyoroti tantangan rendahnya minat baca di Indonesia.


Baca Juga: Dari Tangki ke Jerigen: Jejak Perdagangan Ilegal Solar Subsidi yang Seret WW di Manggarai



“Pekerjaan yang paling sulit adalah mengajak orang untuk membaca buku. Orang Indonesia dalam satu tahun belum tentu membaca satu buku, sementara orang Amerika bisa membaca sepuluh buku per tahun,” ujarnya.

Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, pegiat literasi, dan duta baca, Dinas Perpustakaan Flores Timur berharap festival ini menjadi langkah konkret dalam membangun kesadaran membaca di masyarakat.

“Semoga kerja sama ini bisa memperkuat gerakan literasi untuk kemajuan Flores Timur ke depan,” tutur Waton.

Tags

Terkini