REPORTASENTT.COM, PAPUA- Minat baca masyarakat Indonesia masih sangat memprihatinkan, hingga Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terus berupaya meningkatkan minat baca masyarakat.
Padahal dari segi penilaian infrasstruktur untuk mendukung membaca peringkat Indonesia berada di atas negara-negara Eropa.
Penilaian berdasarkan komponen infrastruktur Indonesia ada di urutan 34 di atas Jerman, Portugal, Selandia Baru dan Korea Selatan.
Kenyataan ini, menunjukkan Indonesia masih sangat minim memanfaatkan infrastruktur. Jadi indikator sukses tumbuhnya minat atau budaya membaca tidak selalu dilihat dari seberapa banyak perpustakaan, Taman Bacaan Masyarakat (TBM), jumlah buku, dan mobil perpustakaan keliling dan lain sebaginya.
Bertolak dari hal tersebut, Bhabinkamtibmas Polsek Kemtuk Gresi membuat suatu terobosan baru yaitu, Program gerakan baca tulis.
Program ini digencarkan Bhabinkamtibmas Polsek Kemtuk Gresi, hingga pada Selasa, ( 07/05/2024), salah seorang Bhabinkamtibmas yang bernama Aipda Yosafat Bemey kembali memimpin sesi pembelajaran bagi 7 peserta didiknya, di antaranya terdapat 2 pasang suami istri yang bersemangat untuk belajar membaca dan menulis.
“Bapak Apolos Mess dan Ibu Amelia Trapen, serta Adolof Mess dan Elena Sanuel dengan penuh semangat bergantian mengikuti pembelajaran di rumah Aipda Yosafat Bemey, yang terletak di Kampung Bring, Distrik Kemtuk Gresi,” ungkapnya.
Kapolres Jayapura, AKBP Fredrickus W.A Maclarimboen, S.IK., MH, melalui Kapolsek Ipda Yusuf Kalean, menekankan pentingnya peran Bhabinkamtibmas dalam mendukung pendidikan masyarakat. Dalam penjelasannya, Kapolsek menyatakan bahwa Bhabinkamtibmas terus aktif mendatangi para peserta didik untuk memberikan pembelajaran baca-tulis.
“Untuk kampung Bring sendiri, terdapat 15 peserta didik. Melalui kunjungan bergantian ke rumah masing-masing peserta, diharapkan upaya yang konsisten ini dapat membantu warga agar semakin melek aksara,” ujar Kapolsek.
Di tengah semangat pembelajaran yang terus digelorakan, kerjasama antara Bhabinkamtibmas dan warga menjadi kunci kesuksesan dalam mengatasi tantangan melek huruf di kampung tersebut. Dengan kerja keras dan dedikasi, diharapkan tidak hanya 2 pasang suami istri yang bisa menikmati manfaatnya, tetapi juga seluruh warga Kampung Bring dapat menggapai taraf melek huruf yang lebih tinggi.