REPORTASENTT.COM- Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian, menyoroti ketimpangan distribusi tenaga pendidik di Indonesia.
Berdasarkan data Kemendikbudristek, 44,1 persen dari total 1,5 juta guru pada semester ganjil 2024/2025 terkonsentrasi di Pulau Jawa.
Hal ini disampaikan Hadriani usai kunjungan Kerja Reses Komisi X DPR RI ke Provinsi Maluku, pada Sabtu (07/12/2024).
Baca Juga: Ketua Bawaslu Akui Tingkat Partisipasi Pilkada Flotim Menurun Drastis
Ia meminta perhatian serius dari Pemerintah untuk mengatasi kekurangan tenaga pendidik, khususnya di wilayah 3T, termasuk Indonesia bagian timur, yang sangat terdampak.
“Pemerintah perlu benar-benar memperhatikan pemerataan tenaga pendidik, terutama di wilayah 3T yang sangat kekurangan guru. Bila perlu, dibuat aturan yang memungkinkan pengiriman guru dari daerah yang sudah kelebihan guru,” tegas Hadrian.
Ia juga menyatakan bahwa temuan dari kunjungan reses ini akan dibahas lebih lanjut dalam rapat kerja bersama mitra terkait di Jakarta.
Baca Juga: Inilah Sejarah Aktivitas Vulkanik Gunung Api Anak Ranaka di Manggarai yang Naik Level Waspada
Menurutnya, pemerataan guru merupakan langkah penting untuk mewujudkan pendidikan yang merata di seluruh Indonesia.
“Pemerataan guru tidak hanya menjawab kebutuhan daerah yang kekurangan, tetapi juga menjadi upaya untuk menciptakan keadilan dalam pendidikan,” tambahnya.
Pemerataan guru ini kata dia juga sebagai langkah untuk pemerataan pendidikan di Indonesia.