REPORTASENTT.COM, LARANTUKA- Pemerintah Kabupaten Flores Timur menjadikan momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sebagai pijakan untuk mempercepat pembangunan ekonomi dan memperluas manfaat pertumbuhan bagi masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Bupati Flores Timur dalam upacara pengibaran Bendera Merah Putih di Lapangan Bola Kaki Lebao, Senin (17/8/2026).
Pemerintah daerah mengusung tema pembangunan daerah, “Lompatan Produktivitas Flores Timur Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, sejalan dengan tema nasional “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”.
Arah pembangunan itu ditempatkan pada peningkatan produktivitas, kualitas pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, kesempatan kerja, serta kesejahteraan masyarakat.
Pemerintah daerah juga mendorong kolaborasi antara pemerintah, DPRD, dunia usaha, lembaga kemasyarakatan, dan masyarakat dalam menggerakkan ekonomi daerah.
Bupati turut menyoroti kondisi sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur yang terdampak gempa bumi bermagnitudo 7,7 pada Sabtu (15/8/2026). Data sementara yang disampaikan dalam pidato mencatat 47 orang meninggal dunia hingga 15 Agustus 2026, dengan korban tersebar di Manggarai, Manggarai Timur, Sikka, Manggarai Barat, Ngada, dan Ende.
Baca Juga: Kacab BRI Tinjau KCP Wae Reca yang Ambruk, Layanan Nasabah Dialihkan ke Unit Borong
Gempa juga merusak ratusan rumah serta fasilitas pendidikan, kesehatan, tempat ibadah, dan perkantoran pemerintahan. Flores Timur menyiapkan dukungan melalui koordinasi perangkat daerah, personel, bantuan logistik, dan kebutuhan dasar bagi wilayah terdampak.
Dari sisi ekonomi, pemerintah daerah mencatat pertumbuhan ekonomi Flores Timur pada 2025 mencapai 4,98 persen. Angka tersebut meningkat dibandingkan 2024 yang berada di level 2,90 persen.
Pertumbuhan ekonomi itu masih ditopang sektor pertanian, peternakan, perikanan, dan perdagangan. Pemerintah daerah selanjutnya mengarahkan struktur ekonomi menuju kegiatan yang lebih produktif, modern, serta menghasilkan nilai tambah lebih besar.
Baca Juga: Akibat Gempa, Rumah Warga Manggarai Timur Ambruk, Dua Kendaraan Tertimbun Reruntuhan
Namun, penguatan ekonomi belum sepenuhnya berbanding lurus dengan kondisi ketenagakerjaan. Tingkat Pengangguran Terbuka Flores Timur pada 2025 mencapai 6,36 persen, naik dari 3,58 persen pada 2024.
Di sisi lain, angka kemiskinan turun dari 11,25 persen atau sekitar 29.740 jiwa pada 2024 menjadi 10,88 persen atau sekitar 28.290 jiwa pada 2025. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi yang mampu menyerap lebih banyak tenaga kerja.
Strategi yang disiapkan mencakup penguatan sektor usaha, hilirisasi, peningkatan keterampilan tenaga kerja, dan perluasan investasi. Pemerintah juga mengarahkan sektor pertanian, peternakan, perikanan, UMKM, pariwisata, pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, serta infrastruktur menjadi penggerak ekonomi.