REPORTASENTT.COM, Washington, DC- Sebuah langkah mengejutkan datang dari pertemuan tertutup antara delegasi Indonesia dan pejabat tinggi Amerika Serikat (AS) di Washington, DC, Kamis (17/4).
Dalam pertemuan yang berlangsung intensif ini, kedua negara tiba-tiba sepakat untuk menyelesaikan perundingan tarif perdagangan bilateral, dalam waktu hanya 60 hari.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkap bahwa kerangka kerja dan format negosiasi sudah tidak terkunci.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkap bahwa kerangka kerja dan format negosiasi sudah tidak terkunci.
“Format dan acuannya sudah disepakati, dan akan ada pertemuan lanjutan dalam satu hingga tiga putaran. Targetnya, dalam 60 hari kesepakatan bisa difinalisasi,” ujar Airlangga dalam konferensi pers yang berlangsung singkat.
Langkah ini merupakan reaksi cepat dari Indonesia terhadap kebijakan tarif mengejutkan dari AS yang mengenakan tambahan bea masuk hingga 10 persen untuk produk ekspor utama Indonesia seperti garmen, alas kaki, tekstil, furnitur, hingga udang.
Langkah ini merupakan reaksi cepat dari Indonesia terhadap kebijakan tarif mengejutkan dari AS yang mengenakan tambahan bea masuk hingga 10 persen untuk produk ekspor utama Indonesia seperti garmen, alas kaki, tekstil, furnitur, hingga udang.
Imbasnya, tarif total produk Indonesia di pasar AS bisa mencapai 47 persen, melambung tinggi dibandingkan Vietnam dan Thailand.
“Ini mengganggu keseimbangan dagang kita secara signifikan. Beberapa pembeli bahkan mulai menarik diri atau meminta renegosiasi harga,” ungkap Airlangga.
Baca Juga: Dubes Portugal Hadiri Semana Santa Larantuka, Simbol Abadi Persaudaraan Sejarah dan Iman
Ternyata, Indonesia tak datang dengan tangan kosong.
Ternyata, Indonesia tak datang dengan tangan kosong.
Delegasi RI membawa proposal besar yang mencakup komitmen pembelian energi seperti LNG dan minyak mentah dari AS, peningkatan impor gandum dan produk hortikultura, hingga dukungan investasi dan kerja sama di sektor-sektor strategis seperti mineral kritis dan pengembangan SDM di bidang digital serta keuangan.
“Kami mengajukan solusi menyeluruh. Ini bukan hanya soal dagang, tapi soal masa depan hubungan ekonomi dua negara,” tegas Airlangga. (Infopublik.id)
“Kami mengajukan solusi menyeluruh. Ini bukan hanya soal dagang, tapi soal masa depan hubungan ekonomi dua negara,” tegas Airlangga. (Infopublik.id)
Artikel Terkait
Faperta Undana Gelar Seminar Pembangunan Pertanian Lahan Kering di Flores Timur
Tercoreng! Prosesi Sakral Semana Santa Larantuka Diwarnai Aksi Memalukan Seorang Perwira Polisi
275 Personel Dikerahkan, Polres Flotim Tunjukkan Profesionalisme Kawal Semana Santa Larantuka
Dubes Portugal Hadiri Semana Santa Larantuka, Simbol Abadi Persaudaraan Sejarah dan Iman
Ada yang Tak Beres di SPBUN Labuan Bajo? Polisi Lakukan Sidak Mendadak, Tercium Aroma Penyalahgunaan BBM Subsidi!