REPORTASENTT.COM, LABUAN BAJO- Ada apa di balik antrian panjang di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN) 59.865.01 Labuan Bajo? Polisi mencium gelagat mencurigakan dan langsung bergerak cepat.
Pada Senin (14/4/2025), tim dari Polres Manggarai Barat melakukan inspeksi mendadak (sidak) yang menguak dugaan praktik tak wajar dalam distribusi BBM subsidi jenis Solar.
Sidak ini bukan tanpa alasan. Laporan masyarakat, khususnya para nelayan, mulai ramai membicarakan ketidakadilan dalam distribusi solar bersubsidi yang seharusnya menjadi hak mereka.
Sidak ini bukan tanpa alasan. Laporan masyarakat, khususnya para nelayan, mulai ramai membicarakan ketidakadilan dalam distribusi solar bersubsidi yang seharusnya menjadi hak mereka.
Baca Juga: Dubes Portugal Hadiri Semana Santa Larantuka, Simbol Abadi Persaudaraan Sejarah dan Iman
“Menindaklanjuti keluhan para nelayan, kami langsung menggelar sidak untuk memastikan secara langsung praktik pengisian bahan bakar di SPBUN Labuan Bajo,” ujar Kasat Reskrim Polres Mabar, AKP Lufthi Darmawan Aditya, Kamis (17/4) sore.
Apa yang ditemukan polisi cukup mengejutkan.
“Menindaklanjuti keluhan para nelayan, kami langsung menggelar sidak untuk memastikan secara langsung praktik pengisian bahan bakar di SPBUN Labuan Bajo,” ujar Kasat Reskrim Polres Mabar, AKP Lufthi Darmawan Aditya, Kamis (17/4) sore.
Apa yang ditemukan polisi cukup mengejutkan.
Dokumen-dokumen yang seharusnya menjadi syarat sah pembelian BBM subsidi justru mengandung kejanggalan.
Baca Juga: 275 Personel Dikerahkan, Polres Flotim Tunjukkan Profesionalisme Kawal Semana Santa Larantuka
Beberapa warga kedapatan menggunakan surat rekomendasi atas nama orang lain, bahkan ada yang memakai surat kuasa untuk membeli solar.
“Setelah kami telusuri dan periksa berkas-berkasnya, ditemukan adanya pelanggaran,” jelas AKP Lufthi.
Unit Tipidter Polres Manggarai Barat pun tak tinggal diam.
“Setelah kami telusuri dan periksa berkas-berkasnya, ditemukan adanya pelanggaran,” jelas AKP Lufthi.
Unit Tipidter Polres Manggarai Barat pun tak tinggal diam.
Sejumlah pihak terkait, termasuk pengelola SPBUN, para pemegang rekomendasi, dan instansi pemberi izin, akan segera dipanggil untuk dimintai keterangan.
Penelusuran lebih dalam pun tengah berlangsung.
“Kami sedang mendalami temuan tersebut. Kita ingin memastikan apakah ada unsur kesengajaan dan siapa saja yang terlibat,” tegasnya.
“Kami sedang mendalami temuan tersebut. Kita ingin memastikan apakah ada unsur kesengajaan dan siapa saja yang terlibat,” tegasnya.
Baca Juga: Terbongkar! Jaringan Sabu Pasca Lebaran Digulung Polisi, 132 Gram Barang Bukti dan Lima Tersangka dari Tiga Lokasi
Di tengah proses penyelidikan, polisi juga mengimbau pengelola SPBUN untuk memperketat prosedur dan melakukan verifikasi dokumen lebih cermat.
Di tengah proses penyelidikan, polisi juga mengimbau pengelola SPBUN untuk memperketat prosedur dan melakukan verifikasi dokumen lebih cermat.
Artikel Terkait
Erupsi Gunung Lewotobi Laki- laki, Kolom Abu Capai 1.000 Meter! Warga Diminta Siaga
Faperta Undana Gelar Seminar Pembangunan Pertanian Lahan Kering di Flores Timur
Tercoreng! Prosesi Sakral Semana Santa Larantuka Diwarnai Aksi Memalukan Seorang Perwira Polisi
275 Personel Dikerahkan, Polres Flotim Tunjukkan Profesionalisme Kawal Semana Santa Larantuka
Dubes Portugal Hadiri Semana Santa Larantuka, Simbol Abadi Persaudaraan Sejarah dan Iman