ekonomi-bisnis

Asuransi Umum Terpukul! Rugi Rp10 T, Dampak Global Menggila di 2024

Minggu, 18 Mei 2025 | 21:52 WIB
Ilustrasi data report terkait fluktuasi pada asuransi umum. ((Unsplash.com/@StephenDawson))

 

REPORTASENTT.COM, JAKARTA-  Industri asuransi umum di Indonesia tengah menghadapi tekanan berat pada 2024.
 
Bukan sekadar penurunan kinerja, tapi kerugian jumbo! Tekanan ini bukan hanya datang dari dalam negeri, tapi juga gelombang turbulensi global yang menyapu hingga Asia.

Ketua Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Budi Herawan mengungkapkan, tekanan besar datang dari meningkatnya klaim akibat bencana alam global.
 
 
 Baca Juga: Heboh! Grup Facebook 'Fantasi Sedarah' Gegerkan Publik, Kominfo Turun Tangan!
 
 
“Tekanan akibat bencana alam global menyebabkan perusahaan harus ubah strategi investasi. Ini berdampak pada industri asuransi di Tanah Air.
 
Premi makin mahal, risiko meningkat,” ujar Budi, dikutip Sabtu (18/5/2025).

Akibatnya? Hasil underwriting melemah, cadangan premi dan klaim naik drastis, hingga laba perusahaan tergerus tajam.
 
 
 Baca Juga: Ramai Isu Ijazah Jokowi, Roy Suryo Dicecar 24 Pertanyaan di Polda!


Data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan, laba setelah pajak asuransi umum pada 2023 masih positif di angka Rp7,80 triliun.
 
Tapi pada 2024, langsung anjlok jadi rugi Rp10,14 triliun. Merosot nyaris 198 persen! 

Tak cuma Indonesia yang babak belur. Di level global, kerugian industri asuransi akibat bencana alam diperkirakan tembus US$137 miliar atau sekitar Rp2.219 triliun.
 
 
 Baca Juga: YouTuber Jajago Alami Insiden di Sumba Barat Daya: Cerita Pungutan Tak Wajar di Ratenggaro Cemari Citra Wisata NTT
 
Dan itu belum berhenti, Swiss Re memprediksi angka ini bisa naik jadi US$145 miliar pada 2025, tertinggi sepanjang sejarah!

“Mayoritas kerugian justru datang dari secondary perils, bencana skala kecil dan menengah yang terjadi terus-menerus,” tulis laporan Swiss Re.

Tags

Terkini