Bukan Sekedar Perhiasan, Cincin Ini Simbol Kekuatan Paus Sejak Abad ke-13

Photo Author
Natanael Kwintalis Helan, Reportase NTT
- Minggu, 18 Mei 2025 | 20:31 WIB
Paus Leo XIV menerima Cincin Nelayan, atau Cincin Perikanan, dari Kardinal Luis Antonio Tagle, Pro-Prefek Dikasteri untuk Evangelisasi, selama Misa Peresmian kepausannya di Lapangan Santo Petrus. (Foto Vatican Media)
Paus Leo XIV menerima Cincin Nelayan, atau Cincin Perikanan, dari Kardinal Luis Antonio Tagle, Pro-Prefek Dikasteri untuk Evangelisasi, selama Misa Peresmian kepausannya di Lapangan Santo Petrus. (Foto Vatican Media)





REPORTASENTT.COM, VATIKAN-   Paus ke-267, Paus Leo XIV, resmi dilantik dalam upacara Misa Pelantikan yang digelar di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, Minggu (18/5).
 
Pelantikan ini menandai momen bersejarah karena untuk pertama kalinya, Takhta Suci dipimpin oleh seorang Paus asal Amerika Serikat.

Dalam prosesi sakral tersebut, Paus Leo XIV menerima "Cincin Nelayan", simbol penting dalam tradisi Gereja Katolik yang menandai peran dan tanggung jawabnya sebagai pemimpin umat Katolik sedunia.
 
 
Baca Juga: Di Tengah Krisis Global, Paus Leo XIV Soroti Suara yang Selama Ini Diabaikan

Cincin ini bukan sekadar aksesori liturgi.
 
Ia memuat nilai-nilai spiritual dan historis yang mendalam sebagai lambang kepemimpinan rohani yang diwariskan dari Rasul Petrus, murid Yesus yang dahulu adalah seorang nelayan.

Menurut dokumentasi resmi yang dirilis Kantor Liturgi Kepausan, cincin yang dikenakan Paus Leo XIV menampilkan ukiran Santo Petrus lengkap dengan kunci dan jala, simbolisasi misi apostolik yang telah diwariskan selama lebih dari dua milenium.
 


“Cincin Nelayan mengotentikasi iman dan melambangkan tugas yang dipercayakan kepada Paus pertama,” tulis Vatikan dalam pernyataan resminya, Minggu (18/5).

Tradisi penyematan Cincin Nelayan telah berlangsung sejak abad ke-13.
 
Dahulu, cincin ini berfungsi sebagai segel untuk dokumen-dokumen resmi Kepausan.
 
 
 
Namun sejak tahun 1842, fungsi tersebut bersifat simbolis, meskipun setiap cincin tetap didesain unik untuk setiap Paus yang menjabat.

Cincin ini juga menjadi bagian dari ritual penting saat seorang Paus wafat.
 
Cincin beserta meterainya akan dihancurkan menggunakan alat khusus untuk menandai akhir masa jabatan serta mencegah penyimpanan dokumen resmi.
 
 
Baca Juga: Operasi Pekat Dimulai! Polisi Sita Miras dan Motor Bising di Kupang Kota

Setiap Paus memiliki desain cincin yang berbeda.
 
Paus Benediktus XVI, misalnya, memilih cincin emas dengan ilustrasi Petrus sedang melempar jala dari perahu.
 
Sementara Paus Fransiskus menggunakan cincin perak berlapis emas yang diwariskan dari Sekretaris Paus Paulus VI.
 


Kini, Paus Leo XIV melanjutkan tradisi tersebut dengan cincin bergambar Santo Petrus membawa kunci dan jala, simbol kesinambungan misi apostolik yang tak lekang oleh waktu.

Editor: Natanael Kwintalis Helan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X