YouTuber Jajago Alami Insiden di Sumba Barat Daya: Cerita Pungutan Tak Wajar di Ratenggaro Cemari Citra Wisata NTT

Photo Author
Natanael Kwintalis Helan, Reportase NTT
- Minggu, 18 Mei 2025 | 07:42 WIB
YouTuber Jajago Keliling Indonesia saat dimintai uang suka rela oleh masyarakat setempat. (Foto tangkapan layar Instagram @jajago.keliling.indonesia. )
YouTuber Jajago Keliling Indonesia saat dimintai uang suka rela oleh masyarakat setempat. (Foto tangkapan layar Instagram @jajago.keliling.indonesia. )

 

REPORTASENTT.COM, SUMBA- YouTuber dan pasangan traveler Jago Keliling Indonesia (Jajago), yang dikenal lewat konten eksplorasi Nusantara, kembali mengalami insiden kurang menyenangkan saat melanjutkan perjalanan mereka di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kali ini, kejadian terjadi di Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), tepatnya saat berkunjung ke destinasi wisata Kampung Adat Ratenggaro dan Pantai Mandorak.

Insiden tersebut diungkapkan langsung melalui unggahan Instagram Story akun @jajago.indonesia, yang dikelola oleh Jhon dan Riana.

Baca Juga: Perempuan Ini Jadi Kunci Jaringan Sabu di Indramayu, Polisi Bergerak Cepat

Dalam unggahan itu, Jhon mengaku sempat dihadang oleh sejumlah warga saat hendak melintasi area menuju Ratenggaro.

“Awalnya anak-anak kecil dikasih Rp5.000 per orang, tapi lalu datang satu kampung, sampai mobil nggak bisa lewat. Dikasih-kasih sampai dompet habis,” tulis Jhon dalam tangkapan layar percakapan DM yang ia bagikan.

Permintaan Uang Parkir dan Biaya Tambahan Mendadak

Selain di Ratenggaro, Jajago juga mengungkap kejadian serupa saat mengunjungi Pantai Mandorak.

Mereka mengaku diminta membayar uang parkir oleh sekelompok anak-anak, awalnya sebesar Rp20 ribu. Namun tak lama berselang, muncul permintaan tambahan hingga mencapai Rp50 ribu.

Baca Juga: Berhenti Beli Rokok, Malah Dikeroyok! Polisi Bongkar Motif Tersembunyi Komunitas Pemuda Ini

“Baru keluar dari mobil, anak-anak sudah datang minta uang parkir. Saya tanya berapa, dijawab 20 ribu. Setelah itu datang anak lain minta 50 ribu. Akhirnya kami bayar juga,” kata Jhon.

Tak berhenti di situ, saat menerbangkan drone di kawasan Ratenggaro, Jhon sempat bertanya apakah ada jasa sewa drone, dan dijawab tidak ada.

Namun setelah proses pengambilan gambar selesai, sekelompok anak kembali datang meminta bayaran Rp75 ribu. Bahkan, seorang pria dewasa juga sempat meminta uang secara sukarela.

Baca Juga: Akhirnya Terungkap! Ini Sosok Polwan yang Duduki Jabatan Kosong 2 Tahun di Polres Mabar

“Kami akhirnya kasih juga Rp50 ribu. Tapi jujur, ini pengalaman yang cukup bikin kami nggak nyaman,” ungkapnya.

Pengalaman yang Mencoreng Keindahan

Halaman:

Editor: Natanael Kwintalis Helan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X