Dalam unggahan terakhir mereka, pasangan ini mengumumkan berakhirnya perjalanan mereka di NTT.
Setelah menempuh perjalanan selama 138 hari dengan sembilan kali penyeberangan laut dan ribuan kilometer jarak tempuh, mereka memutuskan menutup perjalanan karena selain karena dugaan insiden yang dianggap mengganggu kenyamanan.
“Roadtrip season NTT kami nyatakan selesai,” tulis Jajago.
Baca Juga: Saya Bosan Hidup di Hutan: Cerita Lengkap Kembalinya Yeremias ke NKRI
Meski tetap memuji keindahan NTT dan keramahan banyak warga yang mereka temui, Jajago menilai perlunya penataan ulang pada destinasi wisata tertentu untuk menjamin kenyamanan pengunjung.
Netizen Terbelah: Simpati dan Kritikan
Unggahan Jajago menuai reaksi beragam dari netizen.
Sejumlah warganet menunjukkan simpati dan mengungkap pengalaman serupa, terutama di kawasan Ratenggaro.
Baca Juga: Polres Manggarai Bongkar Modus Edarkan Miras Tradisional Lewat Mobil Carry
“Sebenarnya ke arah Ratenggaro ini sudah banyak sekali insiden yang kurang mengenakkan ke wisatawan. Kami orang asli Sumba pun sering menghindari SBD,” tulis akun @putrimarawali.
Namun tidak sedikit pula yang mengkritik unggahan tersebut.
“Kalau mau wisata gratis, buat sendiri su. Belum keluar Rp300 ribu, sudah heboh jelek-jelekin warga,” tulis akun @D-Rius Vilan Bradu.
Komentar lain menyebut Jajago tidak menghargai adat dan semestinya lebih siap secara finansial.
Ulasan Negatif Muncul di Google Maps
Dalam unggahan lanjutan, Jajago turut menampilkan beberapa ulasan negatif dari wisatawan lain di Google Maps mengenai destinasi Ratenggaro.
Salah satunya dari wisatawan asing bernama Ankica Barisic yang menulis, “Anda tidak punya waktu satu menit pun untuk bernapas dan melihat desa atau pantai dengan damai.”
Baca Juga: Polres Manggarai Bongkar Modus Edarkan Miras Tradisional Lewat Mobil Carry
Artikel Terkait
"Saya Bosan Hidup di Hutan": Cerita Lengkap Kembalinya Yeremias ke NKRI
TNI Jaga Kantor Kejaksaan, Istana: Itu Hal Biasa
Akhirnya Terungkap! Ini Sosok Polwan yang Duduki Jabatan Kosong 2 Tahun di Polres Mabar
Berhenti Beli Rokok, Malah Dikeroyok! Polisi Bongkar Motif Tersembunyi Komunitas Pemuda Ini
Perempuan Ini Jadi Kunci Jaringan Sabu di Indramayu, Polisi Bergerak Cepat